
Mau jadi kaya, dapat jodoh, naik jabatan, jadi terkenal, atau jadi presiden ?
Cara yang memakan waktu sangat lama sudah tidak lagi tren, beberapa orang memilih jalan pintas. Lihat saja di beberapa koran yang memuat iklan para orang “pintar”. Dengan susuk, dengan mantra, dengan sesajen atau apapun namanya. Biayanya relatif murah bahkan ada yang sukarela. Memang mereka terlihat manjur dan bisa melihat “masa depan”. Itu yang terlihat secara terang-terangan di surat kabar bahkan sekarang di media televisi. Namun banyak yang sudah terkenal tidak lagi memerlukan publikasi.
Saat kita datang tukang ramal, ahli nujum, pasang susuk, dukun, atau apalah istilahnya biasanya kita akan dikasih suatu sesajen atau mantra atau petunjuk pantangan2 agar maksud kita tercapai. Bilamana kita melanggar pantangan tersebut maka mantra atau jimat jadi tidak berfungsi.
Sepulangnya biasanya orang tersebut akan menjadi lebih percaya diri, merasa lebih cantik, merasa akan mendapatkan jodoh atau jadi kaya. Dan pantangan2 yang diberikan akan dijalani 100% dengan benar!
Lalu apakah semua tujuannya akan tercapai ? Saya tidak tahu, tapi saya tahu satu hal :
Kita sebenarnya sudah mempunyai “Dukun” ajaib, bahkan sangat ajaib. Apa yang kita minta pun akan diberikan bahkan melebihi apa yang kita inginkan. “Dukun” itu akan memberikan sesuai dengan apa yang kita butuhkan. Ia adalah sang Khalik, Sang Pencipta, Maha Tahu, Maha Kuasa.
Ia pun memberikan mantra berupa doa-doa, syahadat yang harus kita lantunkan. Syarat-syarat berupa perintah-perintah untuk mengasihi-Nya dan mengasihi sesama.
Pertanyaan yang sama, apakah dengan demikian keinginan kita akan dikabulkan ? Jawaban yang sama, saya tidak tahu, tapi saya tahu dan yakin satu hal :
Bila tidak sekarang, pasti nanti. Bila tidak di dunia ini pasti di dunia yang akan datang. Ia sudah menyiapkan yang terbaik untuk anak-anak Nya yang setia.
Filed under: Renungan , ahli nujum, Dukun, jodoh, kaya, kwa mia, mantra, pasang susuk, presiden, sesajen, sukses, terkenal, tukang ramal