InvestasiPlus!

Icon

I n v e s t a s i S e b e n a r n y a

Dukun

71105160

Mau jadi kaya, dapat jodoh, naik jabatan, jadi terkenal, atau jadi presiden ?

Cara yang memakan waktu sangat lama sudah tidak lagi tren, beberapa orang memilih jalan pintas. Lihat saja di beberapa koran yang memuat iklan para orang “pintar”. Dengan susuk, dengan mantra, dengan sesajen atau apapun namanya. Biayanya relatif murah bahkan ada yang sukarela. Memang mereka terlihat manjur dan bisa melihat “masa depan”. Itu yang terlihat secara terang-terangan di surat kabar bahkan sekarang di media televisi. Namun banyak yang sudah terkenal tidak lagi memerlukan publikasi.

Saat kita datang tukang ramal, ahli nujum, pasang susuk, dukun, atau apalah istilahnya biasanya kita akan dikasih suatu sesajen atau mantra atau petunjuk pantangan2 agar maksud kita tercapai. Bilamana kita melanggar pantangan tersebut maka mantra atau jimat jadi tidak berfungsi.

Sepulangnya biasanya orang tersebut akan menjadi lebih percaya diri, merasa lebih cantik, merasa akan mendapatkan jodoh atau jadi kaya. Dan pantangan2 yang diberikan akan dijalani 100% dengan benar!

Lalu apakah semua tujuannya akan tercapai ? Saya tidak tahu, tapi saya tahu satu hal :

Kita sebenarnya sudah mempunyai “Dukun” ajaib, bahkan sangat ajaib. Apa yang kita minta pun akan diberikan bahkan melebihi apa yang kita inginkan. “Dukun” itu akan memberikan sesuai dengan apa yang kita butuhkan. Ia adalah sang Khalik, Sang Pencipta, Maha Tahu, Maha Kuasa.

Ia pun memberikan mantra berupa doa-doa, syahadat yang harus kita lantunkan. Syarat-syarat berupa perintah-perintah untuk mengasihi-Nya dan mengasihi sesama.

Pertanyaan yang sama, apakah dengan demikian keinginan kita akan dikabulkan ? Jawaban yang sama, saya tidak tahu, tapi saya tahu dan yakin satu hal :

Bila tidak sekarang, pasti nanti. Bila tidak di dunia ini pasti di dunia yang akan datang. Ia sudah menyiapkan yang terbaik untuk anak-anak Nya yang setia.

Filed under: Renungan , , , , , , , , , , , ,

Tips Pindah Kuadran

Jam berapa Anda bangun tidur ? Jam berapa Anda sampai di rumah kembali ? Berapa lama waktu yang Anda sediakan untuk keluarga ?

Angan-angan mempunyai bisnis sendiri terkendala banyak hal; waktu, modal, keahlian, dll…

Berikut tips bila Anda ingin mendapatkan kebebasan dan memiliki bisnis sendiri

  1. Kenali bakat & kemampuan Anda
  2. Berpikir positif, setiap hal memang ada kendalanya tapi ada solusinya.
  3. Fokus pada solusi
  4. Atur keuangan Anda. Walau sedikit paksakan untuk menabung, itu akan menjadi modal awal Anda
  5. Bayar harganya, tidur lebih malam, tidak ada istirahat akhir minggu, tapi perhatikan prioritas : uang bukan segalanya.
  6. Konsultasi pada yang sudah sukses, bukan sebaliknya ( lihat point no.2 )
  7. Jangan pernah menyerah
  8. Ingat semboyan : Do the best, let God do the rest. Lakukan yang terbaik, sisanya biar Tuhan yang menentukan

Jika point di atas terlalu panjang, ingat saja point no 7 & 8, hidup Anda akan penuh kedamaian dan kepercayaan diri. Itulah perpindahan kuadran yang terutama damai & percaya diri, dengan demikian Anda akan lebih bahagia dengan diri Anda sendiri dan dengan sendirinya point 1-6 akan Anda dapatkan.

Baik mempunyai bisnis sendiri ataupun tidak, di saat kuadran damai & percaya diri Anda dapatkan, hal-hal lain akan mengikuti. Hanya masalah waktu ( Ingat point 7&8) !

Filed under: Yang Lain , , , , , , , , , , , , ,

Kekayaan, Kesuksesan, Kasih Sayang

Suatu ketika, ada seorang wanita yang kembali pulang ke rumah dari perjalanannya keluar rumah, dan ia melihat ada 3 orang pria berjanggut yang duduk di halaman depan. Wanita itu tidak mengenal mereka semua.Wanita itu berkata dengan senyumnya yang khas: “Aku tidak mengenal Anda, tapi aku yakin Anda semua pasti orang baik-baik yang sedang lapar. Mari masuk ke dalam, aku pasti punya sesuatu untuk mengganjal perut”.
Pria berjanggut itu lalu balik bertanya, “Apakah suamimu sudah pulang?”

Wanita itu menjawab, “Belum, dia sedang keluar”.

“Oh kalau begitu, kami tak ingin masuk. Kami akan menunggu sampai
suamimu kembali”, kata pria itu.

Di waktu senja, saat keluarga itu berkumpul, sang isteri menceritakan
semua kejadian tadi. Sang suami, awalnya bingung dengan kejadian ini,
lalu ia berkata pada istrinya, “Sampaikan pada mereka, aku telah
kembali, dan mereka semua boleh masuk untuk menikmati makan malam ini”.

Wanita itu kemudian keluar dan mengundang mereka untuk masuk ke dalam.

“Maaf, kami semua tak bisa masuk bersama-sama” , kata pria itu hampir
bersamaan.

“Lho, kenapa? tanya wanita itu karena merasa heran.

Salah seseorang pria itu berkata, “Nama dia Kekayaan ,” katanya sambil menunjuk seorang pria berjanggut disebelahnya, “sedangkan yang ini bernama Kesuksesan, sambil memegang bahu pria berjanggut lainnya.

Sedangkan aku sendiri bernama Kasih-Sayang.
Sekarang, coba tanya kepada suamimu, siapa diantara kami yang boleh masuk kerumahmu.”

Wanita itu kembali masuk kedalam, dan memberitahu pesan pria di luar.
Suaminya pun merasa heran. “Ohho…menyenangkan sekali. Baiklah,
kalau begitu, coba kamu ajak si Kekayaan masuk ke dalam. Aku ingin rumah ini
penuh dengan Kekayaan.”

Istrinya tak setuju dengan pilihan itu. Ia bertanya, “sayangku, kenapa
kita tak mengundang si Kesuksesan saja? Sebab sepertinya kita perlu dia
untuk membantu keberhasilan panen ladang pertanian kita.”

Ternyata, anak mereka mendengarkan percakapan itu. Ia pun ikut
mengusulkan siapa yang akan masuk ke dalam rumah. “Bukankah lebih baik jika
kita mengajak si Kasih-sayang yang masuk ke dalam? Rumah kita ini akan
nyaman dan penuh dengan kehangatan Kasih-sayang. “

Suami-istri itu setuju dengan pilihan buah hati mereka. “Baiklah, ajak
masuk si Kasih-sayang ini ke dalam. Dan malam ini, Si Kasih-sayang
menjadi teman santap malam kita.”

Wanita itu kembali ke luar, dan bertanya kepada 3 pria itu. “Siapa
diantara Anda yang bernama Kasih-sayang? Ayo, silahkan masuk, Anda menjadi
tamu kita malam ini.”

Si Kasih-sayang berdiri, dan berjalan menuju beranda rumah. Ohho..
ternyata, kedua pria berjanggut lainnya pun ikut serta. Karena merasa
ganjil, wanita itu bertanya kepada si Kekayaan dan si Kesuksesan.

“Aku hanya mengundang si Kasih-sayang yang masuk ke dalam, tapi kenapa
kamu ikut juga?”

Kedua pria yang ditanya itu menjawab bersamaan. “Kalau Anda mengundang
si Kekayaan, atau si Kesuksesan, maka yang lainnya akan tinggal di
luar. Namun, karena Anda mengundang si Kasih-sayang, maka, kemana pun Kasih sayang pergi, kami akan ikut selalu bersamanya. Dimana ada Kasih-sayang maka kekayaan dan Kesuksesan juga akan ikut serta. Sebab,
ketahuilah, sebenarnya kami berdua ini buta. Dan hanya si Kasih-sayang yang bisa melihat. Hanya dia yang bisa menunjukkan kita pada jalan kebaikan,kepada jalan yang lurus. Maka, kami butuh bimbingannya saat berjalan. Saat
kami menjalani hidup ini.”

Filed under: Renungan , , , , , ,