InvestasiPlus!

Icon

I n v e s t a s i S e b e n a r n y a

Buatlah Investasi Terukur

scaleInvestasi terukur artinya kita mengerti kapan investasi tersebut akan kita pergunakan atau berapa target pengembalian investasi kita sehingga hasil dari investasi tersebut dapat kita ambil atau reinvestasi.

Pentingnya membuat investasi terukur  :

  1. Untuk alokasi dana yang tepat untuk investasi Anda, mis: jangka pendek : deposito atau pasar uang, menengah : obligasi , panjang : saham
  2. Mengetahui waktu untuk mengeksekusi hasil investasi, sehingga kita tidak menjadi serakah dikala hasil investasi sudah melampaui target kita
  3. Mempercepat target pencapaian hasil investasi. Bila hasil investasi sudah melebihi yang diharapkan kita dapat menginvestasikan kelebihan tersebut pada instrumen lain sehingga dapat mempercepat akumulasi hasil investasi.

Filed under: Artikel, Keuangan Pribadi , , , , , , , , ,

Unitlink atau Reksadana saat Krisis

mutual-fundPernah suatu kali ada email berantai yang isinya kurang lebih menyarankan agar berhenti dulu mengambil asuransi yang berkaitan dengan reksadana (unitlink) kemudian juga dianjurkan tidak berinvestasi pada reksadana melainkan memegang uang cash (kontan)

Pendapat demikian tidak 100% salah atau 100% betul, sekali lagi tergantung kebutuhan dari masing-masing individu. Contoh misalnya orang tersebut sudah berasuransi selama 3 tahun, lalu gara-gara krisis keuangan global ia tidak meneruskan lagi membayar premi karena asuransi tersebut berkaitan dengan reksadana atau yang disebut unitlink. Untuk hal ini tidaklah bijaksana, karena nasabah akan mengalami 2 kerugian : 1. kehilangan proteksi 2. kehilangan potensi hasil investasi di masa depan karena saat ini ia belum membutuhkan dana tersebut.

Ada juga saran yang menyatakan bila mengambil reksadana atau unitlink yang mayoritas dananya di saham agar segera dipindahkan ke yang fix income atau resiko rendah. Menurut saya ini terbalik, karena bila melakukan ini ada 2 kerugian yaitu : 1. Anda berarti cut loss ( menjual rugi ) reksadana atau unitlink saham tersebut pada saat harga rendah 2. Anda membeli instrumen fix income yang harganya sedang naik. Jadi ruginya 2 kali. Saran saya, tetap melakukan pembelian atau pembayaran premi reksdana saham dengan prinsip dollar cost averaging karena Anda akan diuntungkan oleh harga unit yang rendah , toh Anda belum memerlukan uangnya sekarang.

Pelajaran yang dapat diambil dari krisis keuangan global berkaitan dengan investasi di reksadana atau unitlink ialah :

  1. Tentukan tujuan investasi Anda
  2. Tentukan jangka waktu Anda berinvestasi, pendek (<3 tahun), sedang (3-5 tahun), panjang (>5 tahun)
  3. Pantau dan sesuaikan alokasi aset Anda, artinya bila awalnya Anda bertujuan jangka waktu 10 tahun maka 3 tahun sebelum jatuh tempo investasi Anda menjadi jangka pendek. Saat itu Anda harus merubah portfolio investasi Anda menjadi resiko yang lebih kecil.

Filed under: Artikel, Asuransi, Reksadana , , , , , , , , , , ,

Tabungan Pendidikan atau Asuransi Pendidikan ?

sb10067157ce-001Asuransi pendidikan dengan tabungan pendidikan adalah 2 hal yang berbeda.

Tabungan pendidikan kita menyimpan sejumlah uang pada periode tertentu untuk mendapatkan hasil yang cukup untuk biaya pendidikan anak kita tanpa adanya suatu proteksi.

Sementara asuransi pendidikan adalah tabungan pendidikan yang memiliki proteksi bilamana kita sebagai penabung atau orangtua terjadi risiko.

Untuk tabungan pendidikan kita bisa menabung di instrumen apapun tergantung pada kapan kita akan mengambil uang pendidikan tersebut. Jika kita ingin mengambilnya pada anak masuk TK akan berbeda pengalokasian dananya dibandingkan bila kita ingin mengambil dana tersebut pada saat kuliah. Untuk jangka waktu yang panjang bolehlah kita mengambil yang cukup mempunyai risiko tetapi hasilnya akan baik spt misalnya , reksadana atau saham. Untuk jangka pendek < 3 tahun, mungkin deposito atau obligasi akan lebih sesuai.
Namun itu semua jika disesuaikan dengan profil risiko kita, kalau kita bukan seorang risk taker, jangan terlalu banyak di saham, jantungan nanti..

Untuk asuransi, ada kelebihan dan kekurangan jika kita beli terpisah. Let’s say kalau kita beli terpisah dua instrumen tersebut, penyakit kritis menyerang kita ( misalnya jantung atau kanker) maka uang dari asuransi jiwa tidak akan keluar dan rutinitas menabung untuk pendidikan pasti terganggu, boro-boro nabung, makan aja mungkin susah kalau kena penyakit tersebut. Hal tersebut terjadi karena investasi kita di reksadana atau sarana investasi yang lain tidak terproteksi.

Ini berbeda bila kita mengambilnya menjadi satu, tabungan kita akan diproteksi bilamana kita meninggal atau tidak meninggal dalam arti kena penyakit kritis. Perusahaan asuransi kan akan terus menabungkan sejumlah uang yang kita tetapkan di awal.
Tentunya dengan adanya manfaat tambahan tersebut pada asuransi, akan timbul biaya-biaya. No free lunch istilahnya.

Berapa besar yang harus kita sisihkan tiap bulannya untuk persiapan pendidikan tersebut ? Kita menghitung nilai uang sekolah di masa depan + inflasinya, kemudian kita hitung present value uang tersebut bila kita menabungnya per bulan / per tahun. Dengan demikian persiapan kita untuk biaya pendidikan akan lebih jelas.

Yang banyak salah kaprah ialah, orang sudah merasa cukup bila menyisihkan dana pendidikan misalnya Rp 100ribu per bulan atau Rp 500 ribu/bulan atau bahkan Rp 1 jt/bulan. Dan mereka ingin menyekolahkan anaknya ke Amerika.

Filed under: Artikel, Asuransi, Dana Pendidikan , , , , , , , , , , , ,

Masih Menarikkah Reksadana ?

Reksadana atau mutual fund sudah terjun bebas hampir 50% dari tahun lalu. Lalu, apa masih menarik investasi di reksadana ini ?

Pertanyaannya mungkin juga perlu dibalik, jika tidak di reksadana lalu mau investasi di mana ?

Bikin usaha, usaha apa ya, kalau rugi gimana, modal juga kan besar. Menaruh uang di bank juga bunganya kecil. Main saham, gak ngerti, gak punya waktu, takut jeblos seperti kebanyakan orang belakangan ini. ORI sekarang sedang bagus returnnya apalagi sukuk ritel, tapi ke depannya bagaimana ya?

Sekali lagi untuk investasi diperlukan beberapa analisa awal

  1. Tujuan Investasi : untuk menikah ? dana pendidikan ? atau dana pensiun ? atau yang lain ?
  2. Jangka waktu investasi : kapan uang tersebut mau dipakai ? 1 tahun dari sekarang, 3 tahun dari sekarang, atau 10 tahun dari sekarang ?
  3. Profil pribadi : apakah Anda termasuk orang yang berani mengambil resiko atau tidak ?

5 Kelebihan investasi di reksadana ialah :

  • Modal yang relatif kecil : saat ini bisa dimulai dengan Rp 100 ribu per kali setor
  • Pengelola yang handal : aset Anda akan dikelola oleh fund manager yang berpengalaman
  • Diversifikasi : dengan modal yang kecil anda bisa membeli beberapa saham sekaligus
  • Mudah : tidak perlu analisa mendalam, Anda hanya mempercayakan investasi Anda pada perusahaan atau fund manager yang mengelola dana Anda
  • Bebas Pajak : hasil investasi di atas 3 tahun bebas pajak penghasilan.

Siklus ekonomi akan terus berputar, resiko tidak berinvestasi ialah inflasi

Filed under: Reksadana , , , , , , , , , , ,

TIPS INVESTASI 2009

  1. Cermati PER saham-saham unggulan yang makin murah
  2. Prioritaskan memilih saham dengan track record yang bagus
  3. Jika bunga turun, sinyal positif untuk portofolio fixed income
  4. Kurangi alokasi investasi ke deposito saat bunga turun
  5. Saat pasar saham revound, reksa dana saham bisa dibidik
  6. Instrumen terkait perusahaan eksportir lebih berisiko
  7. Emas masih layak jadi alternatif di luar portofolio
  8. Orientasi investasi untuk jangka panjang

Hal yang perlu diwaspadai

  1. Resesi global tidak selesai dalam jangka pendek
  2. Pemilu berpotensi memanaskan suhu politik
  3. Sektor investasi yang rentan pada pergerakan suku bunga

sumber : Majalah Investestor Januari2009/XI/187

Filed under: Keuangan Pribadi , , , , , , , , , , , , , , ,

Investasi saat krisis ?

Kepanikan sedang melanda dunia keuangan karena krisis keuangan yang melanda Amerika Serikat telah menjalar ke Eropa dan ditakuti juga merambah Asia dan terutama kita di Indonesia. Namun sebenarnya jika kita mempunyai rencana investasi jangka panjang inilah saat yang baik untuk berinvetasi. Beberapa hal yang mendasarinya :

  1. Indeks bursa saham & reksadana berada di level bawah
  2. Bunga tabungan ataupun deposito bergerak naik
  3. Harga obligasi dan SUN juga turun

Dari 3 hal tersebut jika kita mempunyai dana investasi untuk jangka panjang (>5 tahun) , saham dan reksadana menjadi pilihan yang tepat untuk Anda.

Untuk jangka menengah (<1 tahun) : deposito & tabungan merupakan pilihan yang terbaik.

Untuk jangka waktu 1-5 tahun , reksadana campuran akan membantu.

Dan lebih baik jika anda menerapkan pola dollar cost averaging dalam berinvestasi, itu akan meminimalkan resiko anda.

Filed under: Yang Lain , , , , , , , , , ,

Perubahan Pola Investasi

Perilaku nasabah perbankan Indonesia mulai bergeser dari konservatif menjadi lebih modern. Nasabah yang biasanya menaruh investasi pada deposito atau dalam uang tunai saat ini mulai mendiversifikasikan investasinya pada obligasi dan saham.

Berdasarkan Asia Bankers Research yang baru-baru ini diluncurkan, nasabah Indonesia berperilaku paling konserbatif dibandingkan dengan nasabah di Singapura, Taiwan, Malaysia, Hongkong, dan India.

“Sebanyak 80 persen nasabah Indonesia berperilaku konservatif, sedangkan di negara lain yang menjadi bandingannya hanya 25-60 persen yang masih menaruh asetnya dalam bentuk uang tunai atau deposito,”kata Country Business Manager Global Consumer Group Citibank NA Shariq Mukhtar. ( disarikan dari Kompas , Sabtu 12 Mei 2007 )

Lalu bagaimana dengan kita, apakah kita masih bertahan dengan pola investasi konservatif, apa kelebihan dan kekurangannya jika ada pilihan jenis investasi lain? InvestasiKu akan membantu Anda.

Filed under: Yang Lain , , , , , , , ,

Menjadi Investor Handal

Setiap orang bisa menjadi investor handal. Anda tidak perlu takut memulainya, meski dengan nominal yang kecil. Sebab, yang terpenting dalam rumus investasi adalah jangan tunda lebih lama lagi untuk melakukannya. Simak kiat sukses berikut yang siap membuat anda tampil sebagai investor handal:
1. Pahami karakter dan cara kerja setiap instrumen investasi, baik itu berupa obligasi, saham, dan bentuk-bentuk investasi lainnya


2. Ketahuilah berapa return yang diinginkan, tingkat risiko yang bisa ditoleransi, dan pola cashflow Anda. Dengan begitu, anda akan bisa menilai apakah Anda tipe investor konservatif, moderat atau agresif

3. Pilihlah jenis investasi yang sudah Anda kenal, sesuaikan dengan profil Anda sebagai investor


4. Monitor secara berkala investasi yang telah Anda pilih untuk memastikan apakah instrumen investasi itu telah tepat. Artinya, apakah investasi anda sesuai dengan perkembangan pasar, kondisi keuangan, dan tujuan investasi yang Anda harapkan.

5. Lakukan rebalancing. Apabila terdapat kondisi yang berubah secara signifikan, misalnya situasi perekonomian atau cashflow, segeralah ganti pilihan investasi Anda. Kemudian, lakukan evaluasi investasi yang Anda pilih secara berkala, misalnya setiap 3 atau 6 bulan sekali.

Sumber : Majalah Femina, No.47/XXXIV/30 November – 6 Desember 2006, hal 120.

Filed under: Yang Lain , , , , , , , ,

Beberapa Jenis Investasi II

Jenis Investasi

Return

Risk

Capital

Produk Keuangan
  • 1. SBI

Medium

Low

High

  • 2. Obligasi (ORI&SUN)

Medium-High

Low

Low-High

  • 3. Saham

Low-High

High

Low-High

  • 4. Reksa Dana

Medium-High

Low-High

Low

Non Produk Keuangan
  • 1. Logam Mulia

Low-High

Low-High

Low-High

  • 2. Properti

Low-High

Medium-High

High

  • 3. Lukisan

Low-High

High

High

  • 4. Barang Antik

Low-High

High

High

Filed under: Yang Lain , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Beberapa Jenis Investasi

Investasi bisa dibagi menjadi 2 bagian :
1. Produk Keuangan
Cth : Deposito, Saham, Reksa Dana, Obligasi2. Produk Non Keuangan

2. Produk Non Keuangan
Cth : Logam Mulia, Properti, Lukisan, Barang Antik, dll

Beberapa produk investasi yang dapat menjadi pertimbangan Anda:

1. Tabungan
Investasi ini memiliki likuiditas tinggi, memberikan kemudahan transaksi, memiliki suku bunga sangat rendah, di bawah inflasi.

2. Deposito Berjangka.
Suku bunga lebih tinggi dari tabungan dan dapat menjadi jaminan. Untuk bunga terkena pajak 20%

3. SBI.
Suku bunga lebih tinggi dari tabungan dan dijamin oleh Bank Indonesia.

4. Obligasi
Bungat tetap/mengambang, jaminan tergantung pda perjanjian awal.

5. Saham
Investasi jangka panjang, dan potensi memberikan deviden.

6. Reksadana
Investasi yang terdiversifikasi dan dikelola oleh manajer investasi.

Definisi Jenis Investasi

• SBI adalah surat berharga dalam ata uang Rupiah yang diterbitkan oleh Bank Indonesia sebagai pengakuan hutan berjangka waktu pendek

• Obligasi adalah Instrumen surat hutang pasar modal yang memuat perjanjian (kontrak) kesediaan Emiten (Peminjam) untuk melakukan pembayaran secara tetap kepada Investor (Pemberi Pinjaman) dalam suatu periode tertentu, dan mengembalikan pokok pinjaman pada akhir periode perjanjian.

• ORI adalah obligasi negara yang dijual kepda individu atau persorangan Warga Negara Indonesia melalu Agen Pasar Perdana/Pasar Sekunder

• SUN adalah surat berharga sebagai bukti penyertaan atau pemilikan individu maupun institusi dalam suatu perusahaan.

• Reksa Dana adalah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal yang selanjutnya diivestasikan kembali ke dalam portofolio efek oleh Manajer Investasi.

Filed under: Yang Lain , , , , , , , , , , , , , ,