Reksa Dana yang mana yang sesuai dengan kita tergantung dari pribadi kita sendiri:
• Sangat konservatif.
Investor kategori ini masih mementingkan keutuhan nilai pokok investasi dan sangat rentan terhadap fluktuasi hasil investasi. Jenis investasi yang sesuai untuk kategori ini adalah instrument pasar uang seperti : deposito, SBI, dan Reksa Dana Pasar Uang
• Konservatif.
Investor kategori ini masih tetap mementingkan pada keutuhan nilai pokok investasi, tapi mulai bersedia menerima fluktuasi investasi jangka pendek untuk mendapatkan hasil yang lebih baik dari deposito berjangka. Investor dalam kategori ini sebaiknya berinvestasi pada Reksa Dana Pasar Uang sebagai instrumen utama dan sebagian pada Reksa Dana Pendapatan Tetap.
• Moderat
Investor ini mulai mencoba-coba alternatif investasi yang berpotensi memberikan hasil yang lebih tinggi, meskipun mengandung resiko dan fluktuasi atas nilai investasinya. Investor dalam kategori ini sebaiknya berinvestasi pada Reksa Dana Pendapatan Tetap sebagai instrumen utama dan dikombinasikan dengan investasi sebagian kecil pada Reksa Dana Campuran ( Berimbang ) dan/atau Reksa Dana Saham.
• Agresif
Investor kategori ini mengutamakan pada hasil yang tinggi atas investasi mereka, dengan kesiapan menerima fluktuasi yang akan timbul. Kesiapan menerima risiko ini didukung oleh pola investasinya yang berorientasi jangka panjang. Jenis investasi yang sesuai dengan investor kategori ini adalah kombinasi antara Reksa Dana Campuran (berimbang) dan Reksa Dana Saham
Lebih lagi mengenai reksadana : portalreksadana
Filed under: Artikel, Keuangan Pribadi, Reksadana , agresif, deposito, Investasi, investor, konservatif, moderat, portalreksadana, profil pribadi, reksadana campuran, reksadana pasar uang, reksadana pendapatan tetap, reksadana saham, sbi
Perilaku nasabah perbankan Indonesia mulai bergeser dari konservatif menjadi lebih modern. Nasabah yang biasanya menaruh investasi pada deposito atau dalam uang tunai saat ini mulai mendiversifikasikan investasinya pada obligasi dan saham.
Berdasarkan Asia Bankers Research yang baru-baru ini diluncurkan, nasabah Indonesia berperilaku paling konserbatif dibandingkan dengan nasabah di Singapura, Taiwan, Malaysia, Hongkong, dan India.
“Sebanyak 80 persen nasabah Indonesia berperilaku konservatif, sedangkan di negara lain yang menjadi bandingannya hanya 25-60 persen yang masih menaruh asetnya dalam bentuk uang tunai atau deposito,”kata Country Business Manager Global Consumer Group Citibank NA Shariq Mukhtar. ( disarikan dari Kompas , Sabtu 12 Mei 2007 )
Lalu bagaimana dengan kita, apakah kita masih bertahan dengan pola investasi konservatif, apa kelebihan dan kekurangannya jika ada pilihan jenis investasi lain? InvestasiKu akan membantu Anda.
Filed under: Yang Lain , citibank, deposito, konservatif, nasabah, obligasi, Pengembangan Diri, perbankan, saham
November 17, 2007 • 5:20 pm
REKSA DANA Menurut UU Pasar Modal No. 8 Tahun 1995 pasal 1 ayat 27, istilah Reksa Dana adalah “Wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya diivestasikan dalam Portfolio Efek oleh Manajer Investasi”
Beberapa jenis Reksa Dana:
- Reksa Dana Pasar Uang adalah Reksa Dana yang diivestasikan 100% ke dalam efek pasar uang ( Deposito, SBI, dan Obligasi yang jatuh tempo < 1 tahun.
- Reksa Dana Pendapatan Tetap adalah Reksa Dana yang berinvestasi terbesar pada efek hutang, umumnya pada obligasi.•
- Reksa Dana Terproteksi adalah Reksa Dana yang berinvestasi pada efek hutang dan/atau efek pasar uang dan/atau efek derivatif dengan tujuan untuk memperoleh perlindungan terhadap nilai awal investasi pada saat jatuh tempo.
- Reksa Campuran adalah Reksa Dana yang berinvestasi kombinasi pda efek hutang/pasar uanga dan efek saham.
- Reksa Dana Saham adalah Reksa Dana yang berinvestasi terbesar pada efek saham.
- Reksa Dana Indeks adalah Reksa Dana yang berinvestasi terbesar pada indeks saham.
- Reksa Dana Syariah adalah Reksa Dana yang berinvestasi pada saham-saham JII ( Jakarta Islamic Index) .
Informasi tambahan pada : portalreksadana
Filed under: Reksadana , agresif, deposito, fluktuasi, inverstor, konservatif, Manajer Investasi, moderat, obligasi, pendapatan tetap, portalreksadana, portofolio, Reksadana, reksadana campuran, reksadana indeks, reksadana pasar uang, reksadana saham, reksadana terproteksi, sbi