Reksa Dana yang mana yang sesuai dengan kita tergantung dari pribadi kita sendiri:
• Sangat konservatif.
Investor kategori ini masih mementingkan keutuhan nilai pokok investasi dan sangat rentan terhadap fluktuasi hasil investasi. Jenis investasi yang sesuai untuk kategori ini adalah instrument pasar uang seperti : deposito, SBI, dan Reksa Dana Pasar Uang
• Konservatif.
Investor kategori ini masih tetap mementingkan pada keutuhan nilai pokok investasi, tapi mulai bersedia menerima fluktuasi investasi jangka pendek untuk mendapatkan hasil yang lebih baik dari deposito berjangka. Investor dalam kategori ini sebaiknya berinvestasi pada Reksa Dana Pasar Uang sebagai instrumen utama dan sebagian pada Reksa Dana Pendapatan Tetap.
• Moderat
Investor ini mulai mencoba-coba alternatif investasi yang berpotensi memberikan hasil yang lebih tinggi, meskipun mengandung resiko dan fluktuasi atas nilai investasinya. Investor dalam kategori ini sebaiknya berinvestasi pada Reksa Dana Pendapatan Tetap sebagai instrumen utama dan dikombinasikan dengan investasi sebagian kecil pada Reksa Dana Campuran ( Berimbang ) dan/atau Reksa Dana Saham.
• Agresif
Investor kategori ini mengutamakan pada hasil yang tinggi atas investasi mereka, dengan kesiapan menerima fluktuasi yang akan timbul. Kesiapan menerima risiko ini didukung oleh pola investasinya yang berorientasi jangka panjang. Jenis investasi yang sesuai dengan investor kategori ini adalah kombinasi antara Reksa Dana Campuran (berimbang) dan Reksa Dana Saham
Lebih lagi mengenai reksadana : portalreksadana
Filed under: Artikel, Keuangan Pribadi, Reksadana , agresif, deposito, Investasi, investor, konservatif, moderat, portalreksadana, profil pribadi, reksadana campuran, reksadana pasar uang, reksadana pendapatan tetap, reksadana saham, sbi
January 4, 2009 • 11:15 am
- Cermati PER saham-saham unggulan yang makin murah
- Prioritaskan memilih saham dengan track record yang bagus
- Jika bunga turun, sinyal positif untuk portofolio fixed income
- Kurangi alokasi investasi ke deposito saat bunga turun
- Saat pasar saham revound, reksa dana saham bisa dibidik
- Instrumen terkait perusahaan eksportir lebih berisiko
- Emas masih layak jadi alternatif di luar portofolio
- Orientasi investasi untuk jangka panjang
Hal yang perlu diwaspadai
- Resesi global tidak selesai dalam jangka pendek
- Pemilu berpotensi memanaskan suhu politik
- Sektor investasi yang rentan pada pergerakan suku bunga
sumber : Majalah Investestor Januari2009/XI/187
Filed under: Keuangan Pribadi , krisis, Pengembangan Diri, deposito, saham, tips, portofolio, investor, reksa dana, PER, rebound, indeks, emas, resesi, suku bunga, politik
November 17, 2007 • 5:16 pm
Setiap orang bisa menjadi investor handal. Anda tidak perlu takut memulainya, meski dengan nominal yang kecil. Sebab, yang terpenting dalam rumus investasi adalah jangan tunda lebih lama lagi untuk melakukannya. Simak kiat sukses berikut yang siap membuat anda tampil sebagai investor handal:
1. Pahami karakter dan cara kerja setiap instrumen investasi, baik itu berupa obligasi, saham, dan bentuk-bentuk investasi lainnya
2. Ketahuilah berapa return yang diinginkan, tingkat risiko yang bisa ditoleransi, dan pola cashflow Anda. Dengan begitu, anda akan bisa menilai apakah Anda tipe investor konservatif, moderat atau agresif
3. Pilihlah jenis investasi yang sudah Anda kenal, sesuaikan dengan profil Anda sebagai investor
4. Monitor secara berkala investasi yang telah Anda pilih untuk memastikan apakah instrumen investasi itu telah tepat. Artinya, apakah investasi anda sesuai dengan perkembangan pasar, kondisi keuangan, dan tujuan investasi yang Anda harapkan.
5. Lakukan rebalancing. Apabila terdapat kondisi yang berubah secara signifikan, misalnya situasi perekonomian atau cashflow, segeralah ganti pilihan investasi Anda. Kemudian, lakukan evaluasi investasi yang Anda pilih secara berkala, misalnya setiap 3 atau 6 bulan sekali.
Sumber : Majalah Femina, No.47/XXXIV/30 November – 6 Desember 2006, hal 120.
Filed under: Yang Lain , cashflow, investor, karakter, obligasi, Pengembangan Diri, rebalancing, return, saham