InvestasiPlus!

Icon

I n v e s t a s i S e b e n a r n y a

Bodoh koq Sombong

88041061Seekor singa mendekati seekor badak dan bertanya, “Siapa raja hutan ?”

“Engkau, ” jawab badak itu.

Kemudian singa itu menaiki punggung kuda nil dan bertanya, “Siapa raja hutan ?” Kuda nil itu menjawab, “Engkau.”

Setelah itu singa itu menaiki punggung gajah dan mengajukan pertanyaan yang sama. Gajah itu segera menangkap singa itu dengan belalainya, membelitnya, melemparkannya ke udara, menangkapnya lagi ketika ia meluncur ke bawah, dan menghempaskannya pada pohon.

Setelah pusing, dan sangat kesakitan, singa itu menggelengkan kepalanya dan bergumam, “Kalau kamu tidak tahu jawaban yang tepat, kamu tidak perlu marah.”  - Lon Jacobe ( Parade )

 

from 1500 Cerita Bermakna II

Filed under: Artikel, Renungan, Senyum Donk , , , ,

Anda tipe Angin atau Matahari ?

sun & windAngin dan matahari terlibat dalam suatu perdebatan sengit. Masing-masing menyatakan diri lebih kuat daripada yang lain. Di bawah, mereka melihat seorang pria sedang mengenakan jaket tebal.

“Marilah kita lihat siapa yang bisa lebih cepat melucuti jaket pria itu,”kata angin. Matahari setuju dan membiarkan angin mencoba lebih dahulu.

Dengan mengumpulkan semua tenaganya, angin menerpa pria itu dengan tiupan  yang keras sekali, sehingga jaket pria itu berkibar-kibar. Tapi semakin kuat angin meniup, pria itu semakin kuat memegang jaketnya.

Ketika tiba gilirannya, matahari menyinari pria itu. Pria itu mulai perlahan-lahan merasa kepanasan; karena itu ia mulai membuka kancing jaketnya. Semakin panas matahari memancarkan cahanya, semakin pria itu merasa tidak nyaman sampai akhirnya ia membuka jaketnya dan tidak mau mengenakannya lagi. Jaket itu disangkutkannya saja pada lengannya.

Persuatif atau bujukan seringkali lebih berhasil daripada mengandalkan kekuatan atau intimidasi atau menakut-nakuti.

Anda sebagai manajer, orangtua, guru, wirausahawan, ataupun pemimpin, mana yang anda pilih ? Dengan kekuatan angin atau persuasi matahari ?

Diolah dari 1500 cerita bermakna – Frank Mihalic, SVD

Filed under: Pengembangan Diri, Renungan , , , , , , , , , , , ,

TUJUAN 2009

Ketika pesawat Jumbo Jet terbang cepat mencapai lapisan atas atmosfir, pilotnya lewat pengeras suara berkata,”Bapak-bapak dan ibu-ibu. Pertama-tama ada berita sedih: kami tersesat. Sekarang berita gembira: kami sedang terbang lebih cepat dari kecepatan suara.”

- Quote

Cerita ini saya dapatkan dari seri buku “1500 Cerita Bermakna II” tulisan Frank Mihalic SVD. Sadar gak sih sebenarnya seringkali kita sudah tersesat tanpa menyadarinya, dan menikmati cepatnya kehidupan kita.

Terlebih kehidupan di kota metropolitan yang serba harus cepat dan berpacu waktu, mengejar karier, mengumpulkan materi, mencari ketenaran, kalau bisa harus lebih dari orang lain. Semuanya begitu menyenangkan bila target tercapai pada waktu yang ditargetkan, bahkan bila dapat tercapai lebih cepat.

Itu adalah suatu berita gembira, kesuksesan! Namun ada kabar dukanya; bila ternyata kita tersesat! Kita ada di tempat bukan di mana kita mau, dan sudah terlambat untuk berbalik arah, terlalu jauh melenceng dari yang semula kita harapkan.

Seperti film the “Click” yang dibintangi Adam Sandler, semuanya dibuat cepat hanya dengan meng-klik remote namun akhirnya ia menyadari bahwa ia telah melewatkan hal-hal yang terpenting dalam hidupnya.

Bagaimana dengan kita, sudahkan jalan kehidupan yang kita jalani sudah sesuai dengan tujuan yang ingin kita capai ?

Saatnya menetapkan tujuan di tahun yang baru. Selamat Tahun Baru 2009, semoga di tahun yang baru ini merupakan tahun yang penuh dengan pengharapan, sukacita, hal-hal yang berharga di kehidupan Anda dan saya.

Filed under: Renungan , , , , ,

Back to the Future

Meet with old friends always exciting.  Too bad I missed the first one at Euphoria lounge. Second chance came today to meet with high school friends. Only some of about 40 students were attend this reunion. The first one was even more friends came.

We shook hands, say hello each other, asked about family, activity, works, etc. That’s what happened tonight. I guess it’s the same everywhere in this world when we haven’t met our old friends for such a long time and only communication by this fabulous internet.

In the past we were all the same, as student. Now fifteen years after the things are different. One is becoming  a doctor, another is a teacher, accountant, businessman, housewife, manager, and etc. From the status, many of us married with or without child yet, still single, just single, just married, decided not to marry, divorce, remarried, or celibate.

Just few hours, we all try to go back to the past. Remembering what is like to be a teenager. Laughing, jesting, dating, fighting, party, and of course studying.

Try to remember each name of our friends. That’s why they asked to use a name tag. It just we are not the same as we used to be. We get bigger, thinner, more beautiful, more charming. Sometimes, we thought,”well she/he wasn’t that nice before, i will date her/him if  I knew it’s gonna be like this.” Or the contrary,”she/he was pretty/handsome before now she/he doesn’t look like that anymore. Thanks not dating with her/him.”

Some words are coming in our head while we were chatting.”Wow,your job is great”, “you are so lucky”, “poor that guy”, “i’m sorry to hear about him/her” and any other words that doesn’t come out from our lips but it’s sounding in our heart.

And there’s silent very silent voice within our heart….that sounds,”i wish….” , “lucky, I wasn’t….”, or “If  only….”

The question, do you realize that voice ? If you think you can go back to the past, would you change the way that you have chosen? Your school, partner, job, status, or even weight control ?

I hope the answer is “NO”, because if the time really can move back and you can change that, it will ruin everything. Remember the film “Back to the Future” ? You change one, the other will follow. The reason most people said “YES” is because they think the situation will be better than today. But you know, it will not. It will have other situation, other problems, because there is no perfect live

So is just a happy time being with old friend, to get some moments back although we can’t live there anymore. Refreshing our memory, the getting old brain.

15 years, it was. 2009 in a 24 hours. Time to go back to the Future.

HAPPY NEW YEAR 2009 ! May the upcoming year will become precious moment in your life, in my life. GBU all..

Filed under: Renungan , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Dukun

71105160

Mau jadi kaya, dapat jodoh, naik jabatan, jadi terkenal, atau jadi presiden ?

Cara yang memakan waktu sangat lama sudah tidak lagi tren, beberapa orang memilih jalan pintas. Lihat saja di beberapa koran yang memuat iklan para orang “pintar”. Dengan susuk, dengan mantra, dengan sesajen atau apapun namanya. Biayanya relatif murah bahkan ada yang sukarela. Memang mereka terlihat manjur dan bisa melihat “masa depan”. Itu yang terlihat secara terang-terangan di surat kabar bahkan sekarang di media televisi. Namun banyak yang sudah terkenal tidak lagi memerlukan publikasi.

Saat kita datang tukang ramal, ahli nujum, pasang susuk, dukun, atau apalah istilahnya biasanya kita akan dikasih suatu sesajen atau mantra atau petunjuk pantangan2 agar maksud kita tercapai. Bilamana kita melanggar pantangan tersebut maka mantra atau jimat jadi tidak berfungsi.

Sepulangnya biasanya orang tersebut akan menjadi lebih percaya diri, merasa lebih cantik, merasa akan mendapatkan jodoh atau jadi kaya. Dan pantangan2 yang diberikan akan dijalani 100% dengan benar!

Lalu apakah semua tujuannya akan tercapai ? Saya tidak tahu, tapi saya tahu satu hal :

Kita sebenarnya sudah mempunyai “Dukun” ajaib, bahkan sangat ajaib. Apa yang kita minta pun akan diberikan bahkan melebihi apa yang kita inginkan. “Dukun” itu akan memberikan sesuai dengan apa yang kita butuhkan. Ia adalah sang Khalik, Sang Pencipta, Maha Tahu, Maha Kuasa.

Ia pun memberikan mantra berupa doa-doa, syahadat yang harus kita lantunkan. Syarat-syarat berupa perintah-perintah untuk mengasihi-Nya dan mengasihi sesama.

Pertanyaan yang sama, apakah dengan demikian keinginan kita akan dikabulkan ? Jawaban yang sama, saya tidak tahu, tapi saya tahu dan yakin satu hal :

Bila tidak sekarang, pasti nanti. Bila tidak di dunia ini pasti di dunia yang akan datang. Ia sudah menyiapkan yang terbaik untuk anak-anak Nya yang setia.

Filed under: Renungan , , , , , , , , , , , ,

Etika Bekerja

“Uang gaji dalam amplop saya kurang satu dollar,” kata seorang pegawai dengan marah kepada pemberi gaji di bagian pembayaran.

Pemberi gaji itu memeriksa catatannya. “Benar,”katanya,”bahwa gaji kamu minggu lalu kelebihan dua dollar, dan kamu tidak mengeluh kepadaku saat itu.”

“Saya bisa memaafkan satu kesalahan,”jawab orang yang masih marah itu,”tapi tidak dua kesalahan yang terjadi berurutan.”

Filed under: Renungan, Senyum Donk , ,

Raja Ingin Melihat Tuhan

Dahulu ada seorang raja yang ingin melihat Tuhan dan dia mengancam semua imam dan orang bijaksana dengan hukuman yang berat jika mereka tidak berhasil menunjukkan Tuhan kepadanya.

Ketika mereka semua berpikir keras, datanglah seorang penggembala yang menghantar raja ke padang rumput, dan menunjuk pada matahari dan berkata,”Lihatlah baik-baik.” Raja tidak bisa menatapnya dan menundukkan kepala sambil berteriak,”Kamu mau apa, membuat saya buta?”

“Tapi,tuanku,”kata penggembala itu,”matahari hanyalah salah satu ciptaan Tuhan, gambaran diri-Nya sendri yang kurang terang. Jika tuanku tidak bisa memandang matahari, bagaimana tuanku bisa melihat Tuhan?”

- Willi Hoffsuemer ( dari 1500 cerita bermakna II -Frank Mihalic SVD )

Filed under: Renungan, Senyum Donk , , ,

Kekayaan, Kesuksesan, Kasih Sayang

Suatu ketika, ada seorang wanita yang kembali pulang ke rumah dari perjalanannya keluar rumah, dan ia melihat ada 3 orang pria berjanggut yang duduk di halaman depan. Wanita itu tidak mengenal mereka semua.Wanita itu berkata dengan senyumnya yang khas: “Aku tidak mengenal Anda, tapi aku yakin Anda semua pasti orang baik-baik yang sedang lapar. Mari masuk ke dalam, aku pasti punya sesuatu untuk mengganjal perut”.
Pria berjanggut itu lalu balik bertanya, “Apakah suamimu sudah pulang?”

Wanita itu menjawab, “Belum, dia sedang keluar”.

“Oh kalau begitu, kami tak ingin masuk. Kami akan menunggu sampai
suamimu kembali”, kata pria itu.

Di waktu senja, saat keluarga itu berkumpul, sang isteri menceritakan
semua kejadian tadi. Sang suami, awalnya bingung dengan kejadian ini,
lalu ia berkata pada istrinya, “Sampaikan pada mereka, aku telah
kembali, dan mereka semua boleh masuk untuk menikmati makan malam ini”.

Wanita itu kemudian keluar dan mengundang mereka untuk masuk ke dalam.

“Maaf, kami semua tak bisa masuk bersama-sama” , kata pria itu hampir
bersamaan.

“Lho, kenapa? tanya wanita itu karena merasa heran.

Salah seseorang pria itu berkata, “Nama dia Kekayaan ,” katanya sambil menunjuk seorang pria berjanggut disebelahnya, “sedangkan yang ini bernama Kesuksesan, sambil memegang bahu pria berjanggut lainnya.

Sedangkan aku sendiri bernama Kasih-Sayang.
Sekarang, coba tanya kepada suamimu, siapa diantara kami yang boleh masuk kerumahmu.”

Wanita itu kembali masuk kedalam, dan memberitahu pesan pria di luar.
Suaminya pun merasa heran. “Ohho…menyenangkan sekali. Baiklah,
kalau begitu, coba kamu ajak si Kekayaan masuk ke dalam. Aku ingin rumah ini
penuh dengan Kekayaan.”

Istrinya tak setuju dengan pilihan itu. Ia bertanya, “sayangku, kenapa
kita tak mengundang si Kesuksesan saja? Sebab sepertinya kita perlu dia
untuk membantu keberhasilan panen ladang pertanian kita.”

Ternyata, anak mereka mendengarkan percakapan itu. Ia pun ikut
mengusulkan siapa yang akan masuk ke dalam rumah. “Bukankah lebih baik jika
kita mengajak si Kasih-sayang yang masuk ke dalam? Rumah kita ini akan
nyaman dan penuh dengan kehangatan Kasih-sayang. “

Suami-istri itu setuju dengan pilihan buah hati mereka. “Baiklah, ajak
masuk si Kasih-sayang ini ke dalam. Dan malam ini, Si Kasih-sayang
menjadi teman santap malam kita.”

Wanita itu kembali ke luar, dan bertanya kepada 3 pria itu. “Siapa
diantara Anda yang bernama Kasih-sayang? Ayo, silahkan masuk, Anda menjadi
tamu kita malam ini.”

Si Kasih-sayang berdiri, dan berjalan menuju beranda rumah. Ohho..
ternyata, kedua pria berjanggut lainnya pun ikut serta. Karena merasa
ganjil, wanita itu bertanya kepada si Kekayaan dan si Kesuksesan.

“Aku hanya mengundang si Kasih-sayang yang masuk ke dalam, tapi kenapa
kamu ikut juga?”

Kedua pria yang ditanya itu menjawab bersamaan. “Kalau Anda mengundang
si Kekayaan, atau si Kesuksesan, maka yang lainnya akan tinggal di
luar. Namun, karena Anda mengundang si Kasih-sayang, maka, kemana pun Kasih sayang pergi, kami akan ikut selalu bersamanya. Dimana ada Kasih-sayang maka kekayaan dan Kesuksesan juga akan ikut serta. Sebab,
ketahuilah, sebenarnya kami berdua ini buta. Dan hanya si Kasih-sayang yang bisa melihat. Hanya dia yang bisa menunjukkan kita pada jalan kebaikan,kepada jalan yang lurus. Maka, kami butuh bimbingannya saat berjalan. Saat
kami menjalani hidup ini.”

Filed under: Renungan , , , , , ,

Tujuan Lebih Penting !

Ketika pesawat Jumbo Jet terbang cepat mencapai lapisan atas atmosfir, pilotnya lewat pengeras suara berkata,”Bapak-bapak dan ibu-ibu. Pertama-tama ada berita sedih: kami tersesat. Sekarang berita gembira: kami sedang terbang lebih cepat dari kecepatan suara.”

-Quote (dari 1500 cerita bermakna II)

Filed under: Renungan

Tamak

Setelah berhasil mencuri sepotong daging dari seorang tukang jagal, anjing besar itu lari pulang ke rumah secepatnya. Dia tiba di sebuah sungai. Di situ ada sebuah jembatan penyeberangan; lalu anjing itu memandang ke bawah dan melihat sesuatu yang aneh. Di bawah sana ada seekor anjing lain yang juga menggigit sepotong daging.

“Hah!” katanya kepada dirinya sendiri,”Apa ini: dibawah sana ada seekor anjing dengan sepotong daging yang lebih besar dari yang saya bawa ini. Saya akan merampas daging itu darinya.”

Maka ia membuka mulutnya untuk merampas daging di mulut anjing lain itu. Segera saja potongan daging yang ada di mulutnya itu jatuh ke dalam air. Anjing itu tetap melihat ke bawah dan sekarang dia melihat bahwa anjing di bawah sana juga tidak mempunyai daging….Jadi, mereka berdua telah kehilangan makan malam mereka…baik dia maupun bayangannya di air…

- Aesop ( dari 1500 cerita bermakna II )

83286383

Filed under: Renungan