InvestasiPlus!

Icon

I n v e s t a s i S e b e n a r n y a

Makan Siang Yang Ruarrr Biasa !!!

86262100“Berapa jumlah semuanya, Bu ?”,

“Nasi, ayam, sayur, es jeruk…semua jadi sepuluh ribu rupiah, Pak.”

Itu percakapan yang biasa terjadi di salah satu rumah makan tidak ber-AC. Saya tidak tahu dimana Anda biasa menyantap makan siang Anda, apakah di hotel bintang 5, di gedung perkantoran yang megah, atau di warteg, tapi ada sesuatu yang luar biasa dari makan siang Anda ini.

Saya mengambil contoh makan siang senilai Rp 10ribu dimana dengan jumlah sebesar itu karyawan dengan penghasilan minimum UMR kota Jakarta sudah dapat menyantap makanan siang yang layak.

Kenapa nilai makan siang tersebut bisa menjadi jutaan rupiah ? Ini berkaitan dengan prinsip penghematan. Di saat krisis, di saat segala sesuatu menjadi lebih mahal, pakaian,transportasi, pendidikan, rumah, dll…sementara penghasilan biasa-biasa saja maka harus ada cara dimana pengeluaran dibatasi. Makan siang adalah salah satu jenis pengeluaran yang dapat dibatasi.

Jika Anda bisa membawa makan siang dari rumah berarti Anda akan menghemat sebesar Rp 10ribu x 5 hari kerja x 20 hari = Rp 200ribu dalam sebulan.

Uang tersebut Anda investasikan di reksadana yang bisa memberikan hasil misalnya 12% tahun, maka setelah 5 tahun Anda akan mendapatkan uang sejumlah = Rp 16.333.933,- atau sekitar Rp 16 jt !!! Luar biasa bukan ?

Untuk Anda yang biasa makan siang dengan pengeluaran lebih besar, bayangkan berapa besar uang yang bisa Anda dapatkan nantinya hanya dengan menghemat makan siang.

Baik, tentunya akan ada biaya yang harus dikeluarkan untuk memasak sarapan dari rumah, sehingga Anda mungkin hanya bisa berinvestasi Rp 100ribu per bulan. Itupun akan memberikan hasil investasi sebesar kira-kira Rp 8jt setelah 5 tahun.

Anda, pasangan muda yang baru menikah dapat menggunakan uang Rp 8jt tersebut untuk berbagai keperluan mis :

  • Uang pendidikan anak Anda di saat nanti usianya 5 tahun masuk sekolah
  • Membantu Orangtua atau mengajak orangtua wisata
  • Uang muka pembelian rumah
  • Modal usaha
  • Mengambil pendidikan lebih tinggi
  • Renovasi rumah
  • Umroh
  • Dll..

Itu adalah salah satu jenis pengeluaran yang Anda bisa hemat, pengeluaran lain yang mungkin bisa Anda hemat :

  • Berhenti merokok
  • Pemakaian air , listrik seperlunya. Penghematan sebesar Rp 50ribu per bulan akan memberikan Anda uang sebesar Rp 4jt setelah 5 tahun !
  • Hidup sehat, akan mengurangi biaya pengobatan
  • Mengurangi jajan
  • Dll…

Mengerti di mana Anda harus menyimpan kelebihan yang sudah Anda hemat juga akan sangat membantu keuangan Anda.

Seperti contoh di atas, jika Anda menabung Rp100 ribu tersebut di Bank, setelah 5 tahun Anda hanya akan mendapatkan sebesar Rp 6jt ( selisih Rp 2jt atau 25%  ). Selisih tersebut akan besar nilainya jika untuk pendidikan, biaya sekolah atau hal-hal bermanfaat lainnya.

Pelajari keadaan Anda, kenali tujuan Anda, mengerti investasi, hidup Akan lebih baik !

Filed under: Artikel, Bisnis, Dana Pendidikan, Investasi, Keuangan Pribadi, Reksadana , , , , , , , , , , ,

Memonitor Investasi

monitoringSetelah kita mempunyai kesanggupan untuk berinvestasi, kini saatnya untuk memonitor investasi kita. Investasi yang tidak dimonitor atau diperhatikan ibarat kita mempunyai tanaman yang tidak terawat. Tanaman tersebut bisa tumbuh liar tidak karuan atau bahkan jadi mati kekeringan.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam memonitor hasil investasi

  1. Jelas rencana jangka waktu investasi Anda mis : 1 tahun, 5 tahun, atau 10 tahun
  2. Perhatikan faktor ekonomi mikro dan makro
  3. Pantau dalam waktu 3 bulanan atau 6 bulanan
  4. Lakukan rebalancing dan switching di saat-saat tertentu
  5. Minta masukan dari financial planner Anda

Filed under: Artikel, Keuangan Pribadi , , , , , , , , ,

Asuransi Unitlink Sesuai Untuk….

  1. Calon nasabah yang mau mempunyai asuransi tetapi kurang yin yangmengerti mengenai investasi
  2. Mereka yang mau one stop shopping, praktis ada asuransi dan investasi dalam satu tempat
  3. Mendisiplinkan diri berinvestasi, karena kalau gak setor asuransi nya bisa lapse atau tidak berlaku lagi.
  4. Anda yang beruntung jika mempunyai agent yang berkualitas financial planner, karena mereka akan memberikan arahan yang baik untuk kebutuhan asuransi dan investasi Anda
  5. Memproteksi investasi Anda dari kemungkinan habis karena resiko penyakit kritis. Perhatikan, fasilitas ini tidak didapat pada semua  asuransi unitlink

informasi tambahan untuk asuransi unitlink :

Filed under: Artikel, Asuransi, Keuangan Pribadi , , , , ,

10 Tips duit pas tapi tetap bisa investasi

Sering banyak yang berkata,”gimana bisa investasi, boro2 investasi tight moneynabung aja susah, boro2 nabung, buat makan aja susah…”

Untuk yang sering bilang begitu, coba diingat-ingat…dulu pertama kali kerja berapa gaji Anda ? Waktu punya bayi berapa gaji Anda ? Waktu anak tambah besar gaji sudah berapa ? Ada kenaikan ?

Dulu bisa hidup dengan uang tersebut sekarang kenapa susah ? Mungkin sekarang lagi nyicil rumah, nyicil motor , mobil atau hp ?

Dulu makannya bawa dari rumah sekarang di fastfood…dulu jarang belanja baju…sekarang minimal beli baju 1 tiap bulan.

Anda masih bisa menabung dan berinvestasi, berikut tips nya :

  1. Bawa makan dari rumah, lebih sehat & hemat, gak usah gengsi sama teman2
  2. Berhenti merokok, gak sehat dan boros. Hitung deh kalau sehari 1 bungkus sebulan bisa nabung berapa ? dan kesehatan itu lebih mahal lho
  3. Kalo sabtu minggu bukan jalan-jalan ke mal, tapi putar otak cari bisnis yang tanpa modal ( nanti kita diskusi lagi masalah ini )
  4. Uang THR dan bonus buat bayar hutang , jangan dibelanjakan
  5. Hp gak usah ganti-ganti, nanti malah berry-berry
  6. Pake listrik dan air seperlunya
  7. Cari kerjaan yang dekat dengan rumah; hemat ongkos dan tenaga, gaji turun dikit gak apa2. Badan lebih sehat, tenaga dan pikiran bisa buat kerjain bisnis tambahan
  8. Cepet lunasi hutang kartu kredit, cicilan motor, mobil atau apapun itu
  9. Gak usah gonta ganti kendaraan atau tambah asesoris kendaraan
  10. Bayangkan kalo besok gaji dipotong 10%, masih bisa hidup kan ? nah yang 10% itu langsung investasikan aja

10 Tips sederhana ini semoga membantu anda mempunyai uang lebih. Banyak bisnis yang bisa dijalankan tanpa modal, salah satunya adalah berdagang. Dagang itu intinya ialah cari barang murah dijual lebih mahal. Hal ini akan dibahas lain hari.

Selamat berhemat !

Filed under: Artikel, Keuangan Pribadi , , , , , , , , , ,

Reksadana vs Profil Pribadi

mutual fund2Reksa Dana yang mana yang sesuai dengan kita tergantung dari pribadi kita sendiri:
Sangat konservatif.
Investor kategori ini masih mementingkan keutuhan nilai pokok investasi dan sangat rentan terhadap fluktuasi hasil investasi. Jenis investasi yang sesuai untuk kategori ini adalah instrument pasar uang seperti : deposito, SBI, dan Reksa Dana Pasar Uang
Konservatif.
Investor kategori ini masih tetap mementingkan pada keutuhan nilai pokok investasi, tapi mulai bersedia menerima fluktuasi investasi jangka pendek untuk mendapatkan hasil yang lebih baik dari deposito berjangka. Investor dalam kategori ini sebaiknya berinvestasi pada Reksa Dana Pasar Uang sebagai instrumen utama dan sebagian pada Reksa Dana Pendapatan Tetap.
Moderat
Investor ini mulai mencoba-coba alternatif investasi yang berpotensi memberikan hasil yang lebih tinggi, meskipun mengandung resiko dan fluktuasi atas nilai investasinya. Investor dalam kategori ini sebaiknya berinvestasi pada Reksa Dana Pendapatan Tetap sebagai instrumen utama dan dikombinasikan dengan investasi sebagian kecil pada Reksa Dana Campuran ( Berimbang ) dan/atau Reksa Dana Saham.
Agresif
Investor kategori ini mengutamakan pada hasil yang tinggi atas investasi mereka, dengan kesiapan menerima fluktuasi yang akan timbul. Kesiapan menerima risiko ini didukung oleh pola investasinya yang berorientasi jangka panjang. Jenis investasi yang sesuai dengan investor kategori ini adalah kombinasi antara Reksa Dana Campuran (berimbang) dan Reksa Dana Saham

Lebih lagi mengenai reksadana : portalreksadana

Filed under: Artikel, Keuangan Pribadi, Reksadana , , , , , , , , , , , , ,

Buatlah Investasi Terukur

scaleInvestasi terukur artinya kita mengerti kapan investasi tersebut akan kita pergunakan atau berapa target pengembalian investasi kita sehingga hasil dari investasi tersebut dapat kita ambil atau reinvestasi.

Pentingnya membuat investasi terukur  :

  1. Untuk alokasi dana yang tepat untuk investasi Anda, mis: jangka pendek : deposito atau pasar uang, menengah : obligasi , panjang : saham
  2. Mengetahui waktu untuk mengeksekusi hasil investasi, sehingga kita tidak menjadi serakah dikala hasil investasi sudah melampaui target kita
  3. Mempercepat target pencapaian hasil investasi. Bila hasil investasi sudah melebihi yang diharapkan kita dapat menginvestasikan kelebihan tersebut pada instrumen lain sehingga dapat mempercepat akumulasi hasil investasi.

Filed under: Artikel, Keuangan Pribadi , , , , , , , , ,

Matematika Investasi

74148325“Ini uang jajan kamu Rp 1 000,-  setelah jajan sisanya kamu tabung ya!”

Begitu bukan hal yang diajarkan orangtua kita dan yang kembali kita ajarkan ke anak kita ? Itu adalah prinsip menabung !

Apakah hal tersebut merupakan hal yang baik ? atau hal yang benar ? Kalau saya bilang itu hal yang baik tetapi tidak benar :-)

Matematikanya begini : Uang yang masuk ( Penghasilan ) dikurang (-) Uang yang keluar ( Pengeluaran, belanja, dll ) sama dengan (=) sisa untuk ditabung ( tabungan ). Kurang lebih begitu yang lebih banyak kita tahu. Dan ini pula penyebabnya kurang banyak hasil investasi yang kita dapatkan, karena seringkali sudah tidak ada sisa. Boro-boro sisa mungkin malah kurang alias minus….

Sekarang kita rubah sedikit matematikanya menjadi begini : Uang yang masuk ( Penghasilan ) dikurang (-) tabungan (investasi) samadengan (=) uang yang dibelanjakan. Sama kan persamaan matematikanya ?

Walaupun persamaannya sama tetapi efeknya berbeda jika diterapkan dalam kehidupan. Untuk persamaan matematika yang pertama kita mendahulukan komsumstif baru sisanya ditabung. Persamaan matematika yang kedua ditabung dulu baru sisanya yang dibuat belanja.

Dengan menerapkan kebiasaan matematika investasi yang kedua otomatis kita akan menekan pengeluaran kita yang tidak perlu, mis : beli baju baru seminggu sekali, makan di restoran *5 seminggu sekali, dll… ( ini semua tentunya relatif karena bagi sebagian orang ini biasa saja dan bagi orang lain ini mewah, anda yang mengerti keuangan anda ). Hal ini tentunya akan meningkatkan portfolio investasi Anda.

Jangan lagi ada kata,”uang dari mana untuk investasi ?” dan apa Anda akan tetap mengajarkan cara menabung yang sama untuk anak Anda ? Semoga ya bila itu cara yang kedua :-)

Filed under: Artikel, Keuangan Pribadi, Pengembangan Diri , , , , ,

Menabung, Investasi, mau, mau, mau ???

84429672Masih banyak yang salah kaprah antara menabung dan berinvestasi. Di sekitar saya orangtua yang baru mempunyai anak buru2 mencari asuransi. Waktu ditanya,”untuk asuransi apa?”, “asuransi pendidikan,” jawab mereka.
Ada juga pasangan yang mau menikah tahun depan, mereka bertanya kepada saya,”ini uang gue investasi di mana ya, tahun depan gue mau menikah biar duitnya bisa tambah banyak.”
Yang lucu lagi,”wah gue rugi investasi di reksadana, kapok ah mending investasi di deposito”

Singkatnya menabung ialah menyimpan uang dalam jangka pendek <5 tahun dan disaat kita membutuhkannya uang tersebut ada. Dalam arti “ada” yaitu dana yang kita taruh pada lembaga keuangan tetap besarnya walaupun kalau dihitung inflasi merugi. Bahkan sekarang ada LPS (lembaga penjamin simpanan) sehingga walaupun lembaga tersebut kolaps atau bangkrut pemerintah akan menggantinya dan kita tetap mendapatkan utuh sesuai yang kita setor di awalnya.

Sementara berinvestasi ialah menaruh uang pada suatu lembaga keuangan atau bisnis tertentu yang kita harapkan dapat mendatangkan keuntungan tapi bukan jaminan pasti untung.

Jadi kalau ada yang mengajak berinvestasi dengan kata2,“pasti untung”, hati-hatilah…ingat beberapa kasus di indonesia, probest, usaha perkebunan yang melibatkan sejumlah pejabat, dll…

Filed under: Dana Pendidikan, Keuangan Pribadi, Yang Lain , , , , , , ,

TIPS INVESTASI 2009

  1. Cermati PER saham-saham unggulan yang makin murah
  2. Prioritaskan memilih saham dengan track record yang bagus
  3. Jika bunga turun, sinyal positif untuk portofolio fixed income
  4. Kurangi alokasi investasi ke deposito saat bunga turun
  5. Saat pasar saham revound, reksa dana saham bisa dibidik
  6. Instrumen terkait perusahaan eksportir lebih berisiko
  7. Emas masih layak jadi alternatif di luar portofolio
  8. Orientasi investasi untuk jangka panjang

Hal yang perlu diwaspadai

  1. Resesi global tidak selesai dalam jangka pendek
  2. Pemilu berpotensi memanaskan suhu politik
  3. Sektor investasi yang rentan pada pergerakan suku bunga

sumber : Majalah Investestor Januari2009/XI/187

Filed under: Keuangan Pribadi , , , , , , , , , , , , , , ,

ASURANSI

Filed under: Asuransi, Dana Pendidikan, Dana Pensiun, Keuangan Pribadi, Pengembangan Diri , , , , , ,