“Berapa jumlah semuanya, Bu ?”,
“Nasi, ayam, sayur, es jeruk…semua jadi sepuluh ribu rupiah, Pak.”
Itu percakapan yang biasa terjadi di salah satu rumah makan tidak ber-AC. Saya tidak tahu dimana Anda biasa menyantap makan siang Anda, apakah di hotel bintang 5, di gedung perkantoran yang megah, atau di warteg, tapi ada sesuatu yang luar biasa dari makan siang Anda ini.
Saya mengambil contoh makan siang senilai Rp 10ribu dimana dengan jumlah sebesar itu karyawan dengan penghasilan minimum UMR kota Jakarta sudah dapat menyantap makanan siang yang layak.
Kenapa nilai makan siang tersebut bisa menjadi jutaan rupiah ? Ini berkaitan dengan prinsip penghematan. Di saat krisis, di saat segala sesuatu menjadi lebih mahal, pakaian,transportasi, pendidikan, rumah, dll…sementara penghasilan biasa-biasa saja maka harus ada cara dimana pengeluaran dibatasi. Makan siang adalah salah satu jenis pengeluaran yang dapat dibatasi.
Jika Anda bisa membawa makan siang dari rumah berarti Anda akan menghemat sebesar Rp 10ribu x 5 hari kerja x 20 hari = Rp 200ribu dalam sebulan.
Uang tersebut Anda investasikan di reksadana yang bisa memberikan hasil misalnya 12% tahun, maka setelah 5 tahun Anda akan mendapatkan uang sejumlah = Rp 16.333.933,- atau sekitar Rp 16 jt !!! Luar biasa bukan ?
Untuk Anda yang biasa makan siang dengan pengeluaran lebih besar, bayangkan berapa besar uang yang bisa Anda dapatkan nantinya hanya dengan menghemat makan siang.
Baik, tentunya akan ada biaya yang harus dikeluarkan untuk memasak sarapan dari rumah, sehingga Anda mungkin hanya bisa berinvestasi Rp 100ribu per bulan. Itupun akan memberikan hasil investasi sebesar kira-kira Rp 8jt setelah 5 tahun.
Anda, pasangan muda yang baru menikah dapat menggunakan uang Rp 8jt tersebut untuk berbagai keperluan mis :
- Uang pendidikan anak Anda di saat nanti usianya 5 tahun masuk sekolah
- Membantu Orangtua atau mengajak orangtua wisata
- Uang muka pembelian rumah
- Modal usaha
- Mengambil pendidikan lebih tinggi
- Renovasi rumah
- Umroh
- Dll..
Itu adalah salah satu jenis pengeluaran yang Anda bisa hemat, pengeluaran lain yang mungkin bisa Anda hemat :
- Berhenti merokok
- Pemakaian air , listrik seperlunya. Penghematan sebesar Rp 50ribu per bulan akan memberikan Anda uang sebesar Rp 4jt setelah 5 tahun !
- Hidup sehat, akan mengurangi biaya pengobatan
- Mengurangi jajan
- Dll…
Mengerti di mana Anda harus menyimpan kelebihan yang sudah Anda hemat juga akan sangat membantu keuangan Anda.
Seperti contoh di atas, jika Anda menabung Rp100 ribu tersebut di Bank, setelah 5 tahun Anda hanya akan mendapatkan sebesar Rp 6jt ( selisih Rp 2jt atau 25% ). Selisih tersebut akan besar nilainya jika untuk pendidikan, biaya sekolah atau hal-hal bermanfaat lainnya.
Pelajari keadaan Anda, kenali tujuan Anda, mengerti investasi, hidup Akan lebih baik !
Filed under: Artikel, Bisnis, Dana Pendidikan, Investasi, Keuangan Pribadi, Reksadana , bank, hemat, Investasi, Keuangan Pribadi, makan siang, modal usaha, pasangan muda, pendidikan, Reksadana, renovasi rumah, UMR
Setelah kita mempunyai kesanggupan untuk berinvestasi, kini saatnya untuk memonitor investasi kita. Investasi yang tidak dimonitor atau diperhatikan ibarat kita mempunyai tanaman yang tidak terawat. Tanaman tersebut bisa tumbuh liar tidak karuan atau bahkan jadi mati kekeringan.
mengerti mengenai investasi
nabung aja susah, boro2 nabung, buat makan aja susah…”
Reksa Dana yang mana yang sesuai dengan kita tergantung dari pribadi kita sendiri:
Investasi terukur artinya kita mengerti kapan investasi tersebut akan kita pergunakan atau berapa target pengembalian investasi kita sehingga hasil dari investasi tersebut dapat kita ambil atau reinvestasi.
“Ini uang jajan kamu Rp 1 000,- setelah jajan sisanya kamu tabung ya!”
Masih banyak yang salah kaprah antara menabung dan berinvestasi. Di sekitar saya orangtua yang baru mempunyai anak buru2 mencari asuransi. Waktu ditanya,”untuk asuransi apa?”, “asuransi pendidikan,” jawab mereka.