Awal Januari 2009 indeks harga saham gabungan Jakarta atau JSX ditutup pada angka 1437.338. Hari ini indeks JSX ditutup pada 2360.094 atau naik sekitar 64.2% dalam waktu 6 bulan.
Dalam rentang 6 bulan tersebut, grafik indeks JSX tentunya tidak selalu bergerak naik secara linier tetapi berfluktuatif. Tentunya demikian juga dengan harga-harga saham yang terdaftar pada bursa saham JSX, ada yang naik 10%, 20% atau bahkan 500% atau lebih.
Seandainya kita tahu saham mana yang akan naik 10%, 20% atau 500% tentunya kita akan memilih yang 500%, bukan ? Namun kenyataannya tidak demikian. Jika begitu bagaimana strategi agar kita bisa mendapatkan hasil yang optimal dengan resiko yang minimal ?
Saya akan memberikan 2 strategi dasar dalam berinvestasi saham :
- Buy and Hold atau Beli dan Simpan, sederhananya begini : kita tidak tahu kapan waktu yang terbaik untuk membeli dan menjual. Yang kita tahu tujuannya ialah untuk berinvestasi, saya tekankan sekali lagi untuk berinvestasi bukan spekulasi. Pelajari saham yang Anda minati dari segi fundamental perusahaannya yaitu a.l : laporan keuangan, prospek bisnis, para pemegang saham, faktor ekonomi, dll….Setelah itu Anda beli dan simpan sampai saat yang Anda inginkan : 5 tahun, 10 tahun atau 20 tahun. Lha, koq lama sekali ? Rentang waktu yang lama memang dianjurkan bila Anda ingin berinvestasi di saham, oleh sebab itu juga penting sebelum membeli Anda tetapkan jangka waktu berapa lama Anda ingin berinvestasi. Jika waktu yang Anda inginkan dalam 1-2 tahun mendatang, investasi di saham kurang menguntungkan.
- Dollar Cost Averaging atau Biaya Rata-rata, studi menunjukkan bahwa berinvestasi secara berkala lebih menguntungkan dibandingkan menunggu waktu kapan harga saham naik atau turun. Sekali lagi kita tidak pernah tahu hal tersebut. Sehingga investasi berkala mis : 1 bulan sekali atau 3 bulan sekali atau 1 tahun sekali adalah lebih baik.
Sebagai penutup, bila Anda sebagai pemula dan masih bingung menentukan jenis saham mana yang terbaik, Anda bisa memulainya dengan berinvestasi pada Reksadana.
Filed under: Artikel, Investasi, Saham , dollar cost averaging, indeks saham, investasi saham, jsx, Reksadana