InvestasiPlus!

Icon

I n v e s t a s i S e b e n a r n y a

Strategi Membeli Saham

85737581Awal Januari 2009 indeks harga saham gabungan Jakarta atau JSX ditutup pada angka 1437.338. Hari ini indeks JSX ditutup pada 2360.094 atau naik sekitar 64.2% dalam waktu 6 bulan. 

Dalam rentang 6 bulan tersebut, grafik indeks JSX tentunya tidak selalu bergerak naik secara linier tetapi berfluktuatif. Tentunya demikian juga dengan harga-harga saham yang terdaftar pada bursa saham JSX, ada yang naik 10%, 20% atau bahkan 500% atau lebih.

Seandainya kita tahu saham mana yang akan naik 10%, 20% atau 500% tentunya kita akan memilih yang 500%, bukan ? Namun kenyataannya tidak demikian. Jika begitu bagaimana strategi agar kita bisa mendapatkan hasil yang optimal dengan resiko yang minimal ?

Saya akan memberikan 2 strategi dasar dalam berinvestasi saham :

  1. Buy and Hold atau Beli dan Simpan, sederhananya begini : kita tidak tahu kapan waktu yang terbaik untuk membeli dan menjual. Yang kita tahu tujuannya ialah untuk berinvestasi, saya tekankan sekali lagi untuk berinvestasi bukan spekulasi. Pelajari saham yang Anda minati dari segi fundamental perusahaannya yaitu a.l : laporan keuangan, prospek bisnis, para pemegang saham, faktor ekonomi, dll….Setelah itu Anda beli dan simpan sampai saat yang Anda inginkan : 5 tahun, 10 tahun atau 20 tahun. Lha, koq lama sekali ? Rentang waktu yang lama memang dianjurkan bila Anda ingin berinvestasi di saham, oleh sebab itu juga penting sebelum membeli Anda tetapkan jangka waktu berapa lama Anda ingin berinvestasi. Jika waktu yang Anda inginkan dalam 1-2 tahun mendatang, investasi di saham kurang menguntungkan.
  2. Dollar Cost Averaging atau Biaya Rata-rata, studi menunjukkan bahwa berinvestasi secara berkala lebih menguntungkan dibandingkan menunggu waktu kapan harga saham naik atau turun. Sekali lagi kita tidak pernah tahu hal tersebut. Sehingga investasi berkala mis : 1 bulan sekali atau 3 bulan sekali atau 1 tahun sekali adalah lebih baik. 

Sebagai penutup, bila Anda sebagai pemula dan masih bingung menentukan jenis saham mana yang terbaik, Anda bisa memulainya dengan berinvestasi pada Reksadana.

Filed under: Artikel, Investasi, Saham , , , , ,

Makan Siang Yang Ruarrr Biasa !!!

86262100“Berapa jumlah semuanya, Bu ?”,

“Nasi, ayam, sayur, es jeruk…semua jadi sepuluh ribu rupiah, Pak.”

Itu percakapan yang biasa terjadi di salah satu rumah makan tidak ber-AC. Saya tidak tahu dimana Anda biasa menyantap makan siang Anda, apakah di hotel bintang 5, di gedung perkantoran yang megah, atau di warteg, tapi ada sesuatu yang luar biasa dari makan siang Anda ini.

Saya mengambil contoh makan siang senilai Rp 10ribu dimana dengan jumlah sebesar itu karyawan dengan penghasilan minimum UMR kota Jakarta sudah dapat menyantap makanan siang yang layak.

Kenapa nilai makan siang tersebut bisa menjadi jutaan rupiah ? Ini berkaitan dengan prinsip penghematan. Di saat krisis, di saat segala sesuatu menjadi lebih mahal, pakaian,transportasi, pendidikan, rumah, dll…sementara penghasilan biasa-biasa saja maka harus ada cara dimana pengeluaran dibatasi. Makan siang adalah salah satu jenis pengeluaran yang dapat dibatasi.

Jika Anda bisa membawa makan siang dari rumah berarti Anda akan menghemat sebesar Rp 10ribu x 5 hari kerja x 20 hari = Rp 200ribu dalam sebulan.

Uang tersebut Anda investasikan di reksadana yang bisa memberikan hasil misalnya 12% tahun, maka setelah 5 tahun Anda akan mendapatkan uang sejumlah = Rp 16.333.933,- atau sekitar Rp 16 jt !!! Luar biasa bukan ?

Untuk Anda yang biasa makan siang dengan pengeluaran lebih besar, bayangkan berapa besar uang yang bisa Anda dapatkan nantinya hanya dengan menghemat makan siang.

Baik, tentunya akan ada biaya yang harus dikeluarkan untuk memasak sarapan dari rumah, sehingga Anda mungkin hanya bisa berinvestasi Rp 100ribu per bulan. Itupun akan memberikan hasil investasi sebesar kira-kira Rp 8jt setelah 5 tahun.

Anda, pasangan muda yang baru menikah dapat menggunakan uang Rp 8jt tersebut untuk berbagai keperluan mis :

  • Uang pendidikan anak Anda di saat nanti usianya 5 tahun masuk sekolah
  • Membantu Orangtua atau mengajak orangtua wisata
  • Uang muka pembelian rumah
  • Modal usaha
  • Mengambil pendidikan lebih tinggi
  • Renovasi rumah
  • Umroh
  • Dll..

Itu adalah salah satu jenis pengeluaran yang Anda bisa hemat, pengeluaran lain yang mungkin bisa Anda hemat :

  • Berhenti merokok
  • Pemakaian air , listrik seperlunya. Penghematan sebesar Rp 50ribu per bulan akan memberikan Anda uang sebesar Rp 4jt setelah 5 tahun !
  • Hidup sehat, akan mengurangi biaya pengobatan
  • Mengurangi jajan
  • Dll…

Mengerti di mana Anda harus menyimpan kelebihan yang sudah Anda hemat juga akan sangat membantu keuangan Anda.

Seperti contoh di atas, jika Anda menabung Rp100 ribu tersebut di Bank, setelah 5 tahun Anda hanya akan mendapatkan sebesar Rp 6jt ( selisih Rp 2jt atau 25%  ). Selisih tersebut akan besar nilainya jika untuk pendidikan, biaya sekolah atau hal-hal bermanfaat lainnya.

Pelajari keadaan Anda, kenali tujuan Anda, mengerti investasi, hidup Akan lebih baik !

Filed under: Artikel, Bisnis, Dana Pendidikan, Investasi, Keuangan Pribadi, Reksadana , , , , , , , , , , ,

Reksadana vs Profil Pribadi

mutual fund2Reksa Dana yang mana yang sesuai dengan kita tergantung dari pribadi kita sendiri:
Sangat konservatif.
Investor kategori ini masih mementingkan keutuhan nilai pokok investasi dan sangat rentan terhadap fluktuasi hasil investasi. Jenis investasi yang sesuai untuk kategori ini adalah instrument pasar uang seperti : deposito, SBI, dan Reksa Dana Pasar Uang
Konservatif.
Investor kategori ini masih tetap mementingkan pada keutuhan nilai pokok investasi, tapi mulai bersedia menerima fluktuasi investasi jangka pendek untuk mendapatkan hasil yang lebih baik dari deposito berjangka. Investor dalam kategori ini sebaiknya berinvestasi pada Reksa Dana Pasar Uang sebagai instrumen utama dan sebagian pada Reksa Dana Pendapatan Tetap.
Moderat
Investor ini mulai mencoba-coba alternatif investasi yang berpotensi memberikan hasil yang lebih tinggi, meskipun mengandung resiko dan fluktuasi atas nilai investasinya. Investor dalam kategori ini sebaiknya berinvestasi pada Reksa Dana Pendapatan Tetap sebagai instrumen utama dan dikombinasikan dengan investasi sebagian kecil pada Reksa Dana Campuran ( Berimbang ) dan/atau Reksa Dana Saham.
Agresif
Investor kategori ini mengutamakan pada hasil yang tinggi atas investasi mereka, dengan kesiapan menerima fluktuasi yang akan timbul. Kesiapan menerima risiko ini didukung oleh pola investasinya yang berorientasi jangka panjang. Jenis investasi yang sesuai dengan investor kategori ini adalah kombinasi antara Reksa Dana Campuran (berimbang) dan Reksa Dana Saham

Lebih lagi mengenai reksadana : portalreksadana

Filed under: Artikel, Keuangan Pribadi, Reksadana , , , , , , , , , , , , ,

Unitlink atau Reksadana saat Krisis

mutual-fundPernah suatu kali ada email berantai yang isinya kurang lebih menyarankan agar berhenti dulu mengambil asuransi yang berkaitan dengan reksadana (unitlink) kemudian juga dianjurkan tidak berinvestasi pada reksadana melainkan memegang uang cash (kontan)

Pendapat demikian tidak 100% salah atau 100% betul, sekali lagi tergantung kebutuhan dari masing-masing individu. Contoh misalnya orang tersebut sudah berasuransi selama 3 tahun, lalu gara-gara krisis keuangan global ia tidak meneruskan lagi membayar premi karena asuransi tersebut berkaitan dengan reksadana atau yang disebut unitlink. Untuk hal ini tidaklah bijaksana, karena nasabah akan mengalami 2 kerugian : 1. kehilangan proteksi 2. kehilangan potensi hasil investasi di masa depan karena saat ini ia belum membutuhkan dana tersebut.

Ada juga saran yang menyatakan bila mengambil reksadana atau unitlink yang mayoritas dananya di saham agar segera dipindahkan ke yang fix income atau resiko rendah. Menurut saya ini terbalik, karena bila melakukan ini ada 2 kerugian yaitu : 1. Anda berarti cut loss ( menjual rugi ) reksadana atau unitlink saham tersebut pada saat harga rendah 2. Anda membeli instrumen fix income yang harganya sedang naik. Jadi ruginya 2 kali. Saran saya, tetap melakukan pembelian atau pembayaran premi reksdana saham dengan prinsip dollar cost averaging karena Anda akan diuntungkan oleh harga unit yang rendah , toh Anda belum memerlukan uangnya sekarang.

Pelajaran yang dapat diambil dari krisis keuangan global berkaitan dengan investasi di reksadana atau unitlink ialah :

  1. Tentukan tujuan investasi Anda
  2. Tentukan jangka waktu Anda berinvestasi, pendek (<3 tahun), sedang (3-5 tahun), panjang (>5 tahun)
  3. Pantau dan sesuaikan alokasi aset Anda, artinya bila awalnya Anda bertujuan jangka waktu 10 tahun maka 3 tahun sebelum jatuh tempo investasi Anda menjadi jangka pendek. Saat itu Anda harus merubah portfolio investasi Anda menjadi resiko yang lebih kecil.

Filed under: Artikel, Asuransi, Reksadana , , , , , , , , , , ,

Masih Menarikkah Reksadana ?

Reksadana atau mutual fund sudah terjun bebas hampir 50% dari tahun lalu. Lalu, apa masih menarik investasi di reksadana ini ?

Pertanyaannya mungkin juga perlu dibalik, jika tidak di reksadana lalu mau investasi di mana ?

Bikin usaha, usaha apa ya, kalau rugi gimana, modal juga kan besar. Menaruh uang di bank juga bunganya kecil. Main saham, gak ngerti, gak punya waktu, takut jeblos seperti kebanyakan orang belakangan ini. ORI sekarang sedang bagus returnnya apalagi sukuk ritel, tapi ke depannya bagaimana ya?

Sekali lagi untuk investasi diperlukan beberapa analisa awal

  1. Tujuan Investasi : untuk menikah ? dana pendidikan ? atau dana pensiun ? atau yang lain ?
  2. Jangka waktu investasi : kapan uang tersebut mau dipakai ? 1 tahun dari sekarang, 3 tahun dari sekarang, atau 10 tahun dari sekarang ?
  3. Profil pribadi : apakah Anda termasuk orang yang berani mengambil resiko atau tidak ?

5 Kelebihan investasi di reksadana ialah :

  • Modal yang relatif kecil : saat ini bisa dimulai dengan Rp 100 ribu per kali setor
  • Pengelola yang handal : aset Anda akan dikelola oleh fund manager yang berpengalaman
  • Diversifikasi : dengan modal yang kecil anda bisa membeli beberapa saham sekaligus
  • Mudah : tidak perlu analisa mendalam, Anda hanya mempercayakan investasi Anda pada perusahaan atau fund manager yang mengelola dana Anda
  • Bebas Pajak : hasil investasi di atas 3 tahun bebas pajak penghasilan.

Siklus ekonomi akan terus berputar, resiko tidak berinvestasi ialah inflasi

Filed under: Reksadana , , , , , , , , , , ,

Cara Kerja Pasar Saham

Dahulu kala di sebuah desa, seorang pria muncul dan mengumumkan pada penduduk desa ia akan membeli monyet seharga $10 per ekor. Pendduk desa, melihat sekeliling tidak ada monyet di desanya, pergi ke hutan dan mulai menangkapi monyet-monyet.

Sang pria membeli ribuan monyet dengan harga $10 per ekor, perlahan semakin sedikit monyet tersebut dan penduduk desa berhenti menangkapinya.

Sekarang pria tersebut mengumumkan bahwa ia akan membeli monyet-monyet tersebut dengan harga $20 per ekor. Hal ini membuat semangat penduduk desa kembali. Segera bertambah sedikit monyet yang tersedia dan penduduk desa kembali bertani.

Tawaran meningkat menjadi $25 per ekor, dan semakin sedikit monyet yang ada.

Bahkan mencari satu ekor monyet pun menjadi sangat susah, biarlah dia sendiri yang menangkapnya.

Pria tersebut sekarang memberitakan bahwa ia akan membeli monyet seharga $50 per ekor. Tetapi, karena dia harus pergi ke kota untuk beberapa alasan, asistennya akan membeli atas nama dia.

Saat pria tersebut tidak ada, sang asisten memberitahu penduduk desa,”lihat semua monyet yang di dalam kerangkeng besar ini yang telah dikumpulkan pria tersebut.Saya akan menjual ke kalian seharga $35 per ekor, dan saat ia kembali dari kota, kalian bisa menjualnya seharga $50 per ekor.”  Para penduduk desa berkumpul mengumpulkan tabungan mereka dan membeli semua monyet tersebut.

Mereka tidak pernah lagi melihat pria tersebut ataupun asistennya, hanya monyet-monyet di mana-mana.

Sekarang anda mengerti bagaimana bursa saham bekerja.

Filed under: Saham , ,

Industri Reksadana

Jadi Primadona, Reksadana Tembus Rp 90 T
Asih Kirana, Kurnia Arofah
posted by kontan on 12/11/07
JAKARTA. Sejak 5 Desember 2007, total dana kelolaan industri reksadana telah menembus angka Rp 90 triliun dan bertahan pada angka Rp 90,31 triliun pada 7 Desember lalu. Padahal, pada akhir Desember 2006, total kelolaan industri reksadana baru Rp 50,87 triliun. Angka ini menjadi bukti bahwa reksadana makin menjadi primadona investor.
Tidak bisa dipungkiri, pemicu utamanya adalah tren penurunan suku bunga simpanan bank. “Jika suku bunga tetap atau terus turun, tahun 2008, dana kelolaan reksadana bisa tembus Rp 150 triliun,” ramal Tri Agung Winantoro, Direktur Asset Management Valbury Asia Securities (VAS), Senin (10/12).
Michael T Tjoajadi, Direktur Schroders Asset Management, juga sangat optimistis dengan prospek reksadana. Tapi, ia meramal, dana kelolaan Rp 100 triliun baru bisa tercapai di 2008.
Membaca situasi itu, kini, para manajer investasi berlombalomba menerbitkan reksadana baru. Pilihan mereka terutama jatuh pada reksadana terproteksi. “Reksadana terproteksi yang tak terlalu berisiko banyak diminati oleh investor,” ujar Tri.Bulan ini saja, menurut sumber KONTAN di Bapepam-LK, setidaknya ada 40 produk reksadana baru yang antri untuk mendapatkan pernyataan efektif dari lembaga ini. Dari jumlah itu, sekitar 13 produk sudah mendapat pernyataan efektif.
Tapi, hingga kemarin, KONTAN baru bisa menemukan tujuh reksadana baru yang telah mulai dipasarkan. Mereka adalah tiga reksadana terproteksi dari BNI Securities, satu reksadana campuran VAS, satu reksadana terproteksi Danareksa, satu reksadana terproteksi Batavia Prosperindo Aset Manajemen, dan satu reksadana terproteksi dari PNM Investment Management.
Jika dihitung, kelima manajer investasi itu menargetkan, produk-produk baru tadi akan bisa meraup dana Rp 2,15 triliun pada akhir tahun ini

more info for Prudential Mutual Fund, pls contact me at
021-70750389
sonyulianto@cbn.net.id

Filed under: Reksadana , , , , ,

Dollar Cost Averaging

Metode dollar cost averaging adalah metode berinvestasi yang dilakukan secara berkala dalam jumlah dana yang sama, sehingga harga pembelian unit atau instrumen investasi dengan sendirinya akan merata. Dengan pendekatan yang sistematis ini, Anda akan terhindar dari melakukan spekulasi pasar ketika bermaksud membeli unit atau instrumen investasi. Anda dapat membeli unit atau instrumen investasi dengan harga yang rendah ataupun tinggi, namun dalam jangka panjang biaya yang Anda keluarkan akan merata dengan sendirinya. Pada saat harga unit atau instrumen investasi di pasar menurun, dengan jumlah uang yang sama, jumlah unit atau instrumen investasi yang Anda beli akan lebih banyak. Sebaliknya, jika harga unit atau istrumen investasi di pasar tinggi, dengan jumlah yang sama, jumlah unit atau instrumen investasi yang Anda beli akan lebih sedikit. Dengan melakukan dollar cost averaging, tidak hanya akan meningkatkan kedisiplinan Anda, namun studi juga menunjukkan bahwa setelah kurun waktu tertentu, seorang investor yang berivestasi dengan metode dollar cost averaging akan dapat membeli lebih banyak unit atau instrumen dengan harga yang lebih murah dibandingkan dengan apabila mereka mencoba membeli unit atau instrumen investasi dengan cara berspekulasi dalam pasar.

CONTOH DOLLAR COST AVERAGING (CONTOH A) VS INVESTASI DENGAN CARA BERSPEKULASI (CONTOH B)
Contoh A (Investor A berinvestasi secara berkala) Contoh B ( Investor berinvestasi tidak secara berkala)
Tahun Harga Unit Investasi* Nilai Investasi (dlm jutaan rupiah) Jumlah Unit Investasi Nilai investasi (dlm jutaan rupiah) Jumlah Unit Investasi
1 1.5 10 6.7 10 6.7
2 1.4 10 7.1 10 7.1
3 1.3

10

7.7 10 7.7
4 1.2

10

8.3 - -
5 1.3

10

7.7 - -
6 1.4

10

7.1 - -
7 1.5

10

6.7 10 6.7
8 1.6

10

6.3 20 12.5
9 1.4

10

7.1 20 14.3
10 1.7

10

5.9 20 11.8
Total 100 70.6 100 66.7
Biaya Rata-Rata Jumlah Unit Investasi 1.4 1.5
Nilai Investasi dalam Waktu 10 tahun 120 113.4
Keuntungan Investasi 20 13.4

Sumber: Prudential Annual Report 2004

Filed under: Reksadana , , , , , ,

Tips Memilih ReksaDana

1. Tentukan Tujuan Investasi, antara lain :
• Lama Penempatan Investasi (kapan Anda ingin menggunakan invenstasi tersebut)
• Tinggi rendahnya tingkat pengembalian yang diharapkan
• Tinggi rendahnya resiko yang dipilih

2. Amati perkembangan NAB


3. Ketahui tentang Manajer Investasi. Baca dahulu prospektus dan ketentuan2 yang ada.

Filed under: Reksadana , , , ,

Istilah Dalam ReksaDana

  • Reksa Dana adalah wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan dalam Portofolio Efek oleh Manajer Investasi. Sesuai Undang-Undang Pasar Modal, Reksa Dana dapat berbentuk Perseroan Tertutup atau Terbuka dan Kontrak Investasi Kolektif.

  • Manajer Investasi adalah pihak yang kegiatan usahanya mengelola Portofolio Efek untuk para nasabah atau mengelola portofolio investasi kolektif untuk sekelompok nasabah, kecuali perusahaan asuransi, dana pensiun, dan bank yang melakukan sendiri kegiatan usahanya berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku

  • Bank Kustodian adalah pihak yang memberikan jasa penitipan Efek dan harta lain yang berkaitan dengan Efek serta jasa lain, termasuk menerima deviden, bungan, dan hak-hak lain , menyelesaikan transaksi Efek, dan mewakili Pemegang rekening yang menjadi nasabahnya.

  • Efek, meliputi surat berharga, yaitu surat pengakuan hutang, surat berharga komersial, saham, obligasi, tanda bukti hutang, Unit Penyertaan kontrak investasi kolektif, kontrak berjangka atas Efek dan setiap derivatif dari Efek.

  • Nilai Aktiva Bersih (NAB) adalah Nilai Pasar Wajar dari suatu Efek dan kekayaan lain dari Reksa Dana dikurangi seluruh kewajibannya.

  • Metode Penghitungan NAB adalah metode untuk menghitung Nilai Pasar Wajar atas Efek Portofolio Reksa Dana sesuai dengan Peraturan BAPEPAM NO. IV.C.2.Lampiran Keputusan Ketua BAPEPAM No. Kep 24/PM/2004 tanggal 19 Agustus 2004 tentang Nilai Pasar Wajar Dari Efek Dalam Portofolio Reksa Dana, dimana perhitungan NAB menggunakan nilai pasar wajar yang ditentukan oleh Manajer Investasi.

  • Pembelian berarti tindakan Pemegang Unit Penyertaan untuk melakukan pembelian atas Unit Penyertaan Reksa Dana

  • Penjualan Kembali berarti tindakan Pemegan Unit Penyertaan untuk melakukan penjualan kembali sebagian atau seluruh Unit Penyertaan yang telah dimiliki oleh Pemegang Unit Penyertaan

  • Pengalihan berarti tindakan Pemegang Unit Penyertaan menglihkan sebagian atau seluruh Unit Penyertaan yang dimilikinya ke Reksa Dana lainnya yang dikelola oleh Manajer Investasi.
  • Unit Penyertaan adalah satuan ukuran yang menunjukkan bagian kepentingan setiap Pihak dalam portofolio investasi kolektif.

Filed under: Reksadana , , , , , , , , , , ,