InvestasiPlus!

Icon

I n v e s t a s i S e b e n a r n y a

Asuransi Terbaik 2009

83889728Sepuluh Asuransi Terbaik 2009 versi majalah investor:

  1. PT. Prudential Life Assurance
  2. PT. Asuransi Jiwa Manulife Indonesia
  3. PT. AIA Financial (d/h AIG Life )
  4. PT. Asuransi Sinar Mas
  5. PT. Asuransi Allianz Life Indonesia
  6. PT. Asuransi Jiwa Mega Life
  7. PT. AXA Mandiri Financial Services
  8. PT. Panin Life Tbk
  9. PT. Asuransi AIA Indonesia
  10. PT. BNI Life Insurance

Pemeringkatan 10 Asuransi terbaik tersebut berdasar :

Pertumbuhan Aset 3, Jumlah Investasi, Ekuitas, Premi Neto, Hasil Investasi, Pendapatan, Laba Bersih, yang dievaluasi dalam 3 tahun terakhir. Pangsa pasar premi Neto tahun 2008, Rasio Biaya Akuisisi terhadap premi Neto, TATO, ROA, ROE, RBC, & Rasio Hasil Investasi terhadap rata-rata Investasi.

Filed under: Asuransi , , , , , , , ,

Asuransi Unitlink Sesuai Untuk….

  1. Calon nasabah yang mau mempunyai asuransi tetapi kurang yin yangmengerti mengenai investasi
  2. Mereka yang mau one stop shopping, praktis ada asuransi dan investasi dalam satu tempat
  3. Mendisiplinkan diri berinvestasi, karena kalau gak setor asuransi nya bisa lapse atau tidak berlaku lagi.
  4. Anda yang beruntung jika mempunyai agent yang berkualitas financial planner, karena mereka akan memberikan arahan yang baik untuk kebutuhan asuransi dan investasi Anda
  5. Memproteksi investasi Anda dari kemungkinan habis karena resiko penyakit kritis. Perhatikan, fasilitas ini tidak didapat pada semua  asuransi unitlink

informasi tambahan untuk asuransi unitlink :

Filed under: Artikel, Asuransi, Keuangan Pribadi , , , , ,

Unitlink atau Reksadana saat Krisis

mutual-fundPernah suatu kali ada email berantai yang isinya kurang lebih menyarankan agar berhenti dulu mengambil asuransi yang berkaitan dengan reksadana (unitlink) kemudian juga dianjurkan tidak berinvestasi pada reksadana melainkan memegang uang cash (kontan)

Pendapat demikian tidak 100% salah atau 100% betul, sekali lagi tergantung kebutuhan dari masing-masing individu. Contoh misalnya orang tersebut sudah berasuransi selama 3 tahun, lalu gara-gara krisis keuangan global ia tidak meneruskan lagi membayar premi karena asuransi tersebut berkaitan dengan reksadana atau yang disebut unitlink. Untuk hal ini tidaklah bijaksana, karena nasabah akan mengalami 2 kerugian : 1. kehilangan proteksi 2. kehilangan potensi hasil investasi di masa depan karena saat ini ia belum membutuhkan dana tersebut.

Ada juga saran yang menyatakan bila mengambil reksadana atau unitlink yang mayoritas dananya di saham agar segera dipindahkan ke yang fix income atau resiko rendah. Menurut saya ini terbalik, karena bila melakukan ini ada 2 kerugian yaitu : 1. Anda berarti cut loss ( menjual rugi ) reksadana atau unitlink saham tersebut pada saat harga rendah 2. Anda membeli instrumen fix income yang harganya sedang naik. Jadi ruginya 2 kali. Saran saya, tetap melakukan pembelian atau pembayaran premi reksdana saham dengan prinsip dollar cost averaging karena Anda akan diuntungkan oleh harga unit yang rendah , toh Anda belum memerlukan uangnya sekarang.

Pelajaran yang dapat diambil dari krisis keuangan global berkaitan dengan investasi di reksadana atau unitlink ialah :

  1. Tentukan tujuan investasi Anda
  2. Tentukan jangka waktu Anda berinvestasi, pendek (<3 tahun), sedang (3-5 tahun), panjang (>5 tahun)
  3. Pantau dan sesuaikan alokasi aset Anda, artinya bila awalnya Anda bertujuan jangka waktu 10 tahun maka 3 tahun sebelum jatuh tempo investasi Anda menjadi jangka pendek. Saat itu Anda harus merubah portfolio investasi Anda menjadi resiko yang lebih kecil.

Filed under: Artikel, Asuransi, Reksadana , , , , , , , , , , ,

Tabungan Pendidikan atau Asuransi Pendidikan ?

sb10067157ce-001Asuransi pendidikan dengan tabungan pendidikan adalah 2 hal yang berbeda.

Tabungan pendidikan kita menyimpan sejumlah uang pada periode tertentu untuk mendapatkan hasil yang cukup untuk biaya pendidikan anak kita tanpa adanya suatu proteksi.

Sementara asuransi pendidikan adalah tabungan pendidikan yang memiliki proteksi bilamana kita sebagai penabung atau orangtua terjadi risiko.

Untuk tabungan pendidikan kita bisa menabung di instrumen apapun tergantung pada kapan kita akan mengambil uang pendidikan tersebut. Jika kita ingin mengambilnya pada anak masuk TK akan berbeda pengalokasian dananya dibandingkan bila kita ingin mengambil dana tersebut pada saat kuliah. Untuk jangka waktu yang panjang bolehlah kita mengambil yang cukup mempunyai risiko tetapi hasilnya akan baik spt misalnya , reksadana atau saham. Untuk jangka pendek < 3 tahun, mungkin deposito atau obligasi akan lebih sesuai.
Namun itu semua jika disesuaikan dengan profil risiko kita, kalau kita bukan seorang risk taker, jangan terlalu banyak di saham, jantungan nanti..

Untuk asuransi, ada kelebihan dan kekurangan jika kita beli terpisah. Let’s say kalau kita beli terpisah dua instrumen tersebut, penyakit kritis menyerang kita ( misalnya jantung atau kanker) maka uang dari asuransi jiwa tidak akan keluar dan rutinitas menabung untuk pendidikan pasti terganggu, boro-boro nabung, makan aja mungkin susah kalau kena penyakit tersebut. Hal tersebut terjadi karena investasi kita di reksadana atau sarana investasi yang lain tidak terproteksi.

Ini berbeda bila kita mengambilnya menjadi satu, tabungan kita akan diproteksi bilamana kita meninggal atau tidak meninggal dalam arti kena penyakit kritis. Perusahaan asuransi kan akan terus menabungkan sejumlah uang yang kita tetapkan di awal.
Tentunya dengan adanya manfaat tambahan tersebut pada asuransi, akan timbul biaya-biaya. No free lunch istilahnya.

Berapa besar yang harus kita sisihkan tiap bulannya untuk persiapan pendidikan tersebut ? Kita menghitung nilai uang sekolah di masa depan + inflasinya, kemudian kita hitung present value uang tersebut bila kita menabungnya per bulan / per tahun. Dengan demikian persiapan kita untuk biaya pendidikan akan lebih jelas.

Yang banyak salah kaprah ialah, orang sudah merasa cukup bila menyisihkan dana pendidikan misalnya Rp 100ribu per bulan atau Rp 500 ribu/bulan atau bahkan Rp 1 jt/bulan. Dan mereka ingin menyekolahkan anaknya ke Amerika.

Filed under: Artikel, Asuransi, Dana Pendidikan , , , , , , , , , , , ,

ASURANSI

Filed under: Asuransi, Dana Pendidikan, Dana Pensiun, Keuangan Pribadi, Pengembangan Diri , , , , , ,