Angin dan matahari terlibat dalam suatu perdebatan sengit. Masing-masing menyatakan diri lebih kuat daripada yang lain. Di bawah, mereka melihat seorang pria sedang mengenakan jaket tebal.
“Marilah kita lihat siapa yang bisa lebih cepat melucuti jaket pria itu,”kata angin. Matahari setuju dan membiarkan angin mencoba lebih dahulu.
Dengan mengumpulkan semua tenaganya, angin menerpa pria itu dengan tiupanĀ yang keras sekali, sehingga jaket pria itu berkibar-kibar. Tapi semakin kuat angin meniup, pria itu semakin kuat memegang jaketnya.
Ketika tiba gilirannya, matahari menyinari pria itu. Pria itu mulai perlahan-lahan merasa kepanasan; karena itu ia mulai membuka kancing jaketnya. Semakin panas matahari memancarkan cahanya, semakin pria itu merasa tidak nyaman sampai akhirnya ia membuka jaketnya dan tidak mau mengenakannya lagi. Jaket itu disangkutkannya saja pada lengannya.
Persuatif atau bujukan seringkali lebih berhasil daripada mengandalkan kekuatan atau intimidasi atau menakut-nakuti.
Anda sebagai manajer, orangtua, guru, wirausahawan, ataupun pemimpin, mana yang anda pilih ? Dengan kekuatan angin atau persuasi matahari ?
Diolah dari 1500 cerita bermakna – Frank Mihalic, SVD
Filed under: Pengembangan Diri, Renungan , Angin, bujukan, Frank Mihalic, kekuatan, Manajer, Matahari, Orang tua, pemimpin, Pengembangan Diri, persuasi, persuasif, wirausahawan