Reksadana atau mutual fund sudah terjun bebas hampir 50% dari tahun lalu. Lalu, apa masih menarik investasi di reksadana ini ?
Pertanyaannya mungkin juga perlu dibalik, jika tidak di reksadana lalu mau investasi di mana ?
Bikin usaha, usaha apa ya, kalau rugi gimana, modal juga kan besar. Menaruh uang di bank juga bunganya kecil. Main saham, gak ngerti, gak punya waktu, takut jeblos seperti kebanyakan orang belakangan ini. ORI sekarang sedang bagus returnnya apalagi sukuk ritel, tapi ke depannya bagaimana ya?
Sekali lagi untuk investasi diperlukan beberapa analisa awal
- Tujuan Investasi : untuk menikah ? dana pendidikan ? atau dana pensiun ? atau yang lain ?
- Jangka waktu investasi : kapan uang tersebut mau dipakai ? 1 tahun dari sekarang, 3 tahun dari sekarang, atau 10 tahun dari sekarang ?
- Profil pribadi : apakah Anda termasuk orang yang berani mengambil resiko atau tidak ?
5 Kelebihan investasi di reksadana ialah :
- Modal yang relatif kecil : saat ini bisa dimulai dengan Rp 100 ribu per kali setor
- Pengelola yang handal : aset Anda akan dikelola oleh fund manager yang berpengalaman
- Diversifikasi : dengan modal yang kecil anda bisa membeli beberapa saham sekaligus
- Mudah : tidak perlu analisa mendalam, Anda hanya mempercayakan investasi Anda pada perusahaan atau fund manager yang mengelola dana Anda
- Bebas Pajak : hasil investasi di atas 3 tahun bebas pajak penghasilan.
Siklus ekonomi akan terus berputar, resiko tidak berinvestasi ialah inflasi
Filed under: Reksadana , diversifikasi, ekonomi, fund manager, inflasi, Investasi, modal, ori, pajak, Reksadana, saham, sukuk ritel
