InvestasiPlus!

Icon

I n v e s t a s i S e b e n a r n y a

Apakah Jantungku Sehat ?

Kesehatan adalah harta yang paling mahal, kita tentu setuju dengan quote tersebut. Kenyataan juga sudah berapa banyak yang harus mengorbankan hasil investasinya hanya untuk memperoleh kesehatan.

Penyakit jantung koroner adalah silent killer, satu dari 3 penyakit yang saat ini membawa kematian paling banyak diantara kanker dan stroke. Berinvestasi pada kehidupan yang lebih sehat tentunya merupakan hal yang sangat bijaksana selain dari asuransi yang telah kita miliki. Asuransi tidak membawa kita pada kesehatan, keseharian kita yang membuat perbedaan.

  • Kontrol ke dokter secara teratur -  minimal 1 tahun sekali untuk check up
  • Berhenti merokok – jika anda merokok. Rokok mengandung jutaan racun yang masuk ke dalam tubuh kita.
  • Berjalan atau berolah raga, min 30 menit sehari – paksa diri anda untuk naik tangga instead of lift atau eskalator. Bila lantai kantor anda di lt.15. Berhenti di lantai 12 lalu naik tangga. Jangan di lt.17, kurang tantangan tentunya :-)
  • Makan makanan yang rendah kolesterol atau rendah lemak dan makan makanan yang segar seperti buah dan sayuran. – Hemat & sehat
  • Waspada terhadap perubahan kondisi tubuh – Perhatikan berat badan, kondisi apakah mudah lelah, jantung berdebar, jika ada yang tidak biasa, segera konsultasi ke dokter atau check up
  • Pilih aktivitas yang disenangi dan lakukan secara teratur – Maksudnya tentu hal-hal yang positif seperti olahraga atau pekerjaan yang tidak menyebabkan stress berlebih

Hidup memang bukan di tangan kita, tapi di tangan kitalah tanggung jawabnya…

Filed under: Kesehatan , , , , , , , , , , , , , , ,

Lt.Jend.A.G.Troudeau

Karakter adalah jumlah total dari ribuan upaya harian untuk berupaya sebaik-baiknya yang ada di dalam diri kita                      

 

Filed under: Warisan Kata-kata

William Arthur Ward

Ucapan kita mengungkapkan pikiran kita dan mencerminkan harga diri kita; tindakan-tindakan mencerminkan karakter kita, kebiasaan kita, dan meramalkan masa depan kita                

 

Filed under: Warisan Kata-kata

Siklus Kehidupan

Disadari atau tidak disadari, satu hal yang pasti, waktu akan berjalan terus. Dalam waktu tersebut siklus kehidupan dapat dibagi menjadi 4 bagian.

I. Usia 0-6 tahun adalah waktunya untuk bermain.

II. Usia 6-25 tahun waktunya untuk belajar.

III. Usia 25-55 tahun waktunya bekerja.

IV.Usia 55-akhir hidup kita, harusnya kita kembali bermain. Menikmati hasil kerja kita selama 30 tahun bersama pasangan ataupun anak cucu kita

Tetapi bagaimana kenyataanya ? Banyak masih kita lihat orang masih bekerja di saat usianya sudah mencapai usia 55 tahun.

Ada yang berkata,”ya, lebih baik kan daripada tidak bekerja. Lagipula ini adalah hobby saya.”

Jika hal tersebut adalah hobby, maka patut dipertanyakan apakah bersedia untuk tidak mendapatkan penghasilan atau uang dari apa yang telah dikerjakan.

Tentunya jika diberi suatu pilihan orang akan lebih memilih untuk melakukan kegiatan yang menyenangkan terlepas dari menghasilkan uang ataupun tidak.

Itu semua bisa terjadi sebagaimana sebuah karakter dapat dibentuk dari suatu kebiasaan, demikian pula hari tua dapat dirancang dengan kebiasaan-kebiasaan sejak dari masa muda. Salah satu kebiasaan yang juga kita ajarkan ke anak kita, yaitu kebiasaan menabung.

Bagaimana dengan kita, sudahkah kita memberikan contoh menabung kepada anak kita ?

Filed under: Kesehatan, Yang Lain , , , , , , , ,

Kebiasaan Yang Baik

Bagi pasangan yang sudah memiliki buah hati dan sudah beranjak dewasa tentunya sudah mulai menanamkan kebiasaan-kebiasaan yang baik yang kita harapkan akan membentuk karakter anak kita. Menjadi anak yang disiplin, bertanggung jawab, bekerja keras, pandai, dll, seperti bagaimana yang kita inginkan. Salah satu kebiasaan tersebut ialah kebiasaan menabung. Kita menyadari bahwa dengan menabung berarti mengajar mereka untuk mulai berinvestasi secara tidak langsung.

Filed under: Yang Lain , , , , , , , , ,

Perubahan Pola Investasi

Perilaku nasabah perbankan Indonesia mulai bergeser dari konservatif menjadi lebih modern. Nasabah yang biasanya menaruh investasi pada deposito atau dalam uang tunai saat ini mulai mendiversifikasikan investasinya pada obligasi dan saham.

Berdasarkan Asia Bankers Research yang baru-baru ini diluncurkan, nasabah Indonesia berperilaku paling konserbatif dibandingkan dengan nasabah di Singapura, Taiwan, Malaysia, Hongkong, dan India.

“Sebanyak 80 persen nasabah Indonesia berperilaku konservatif, sedangkan di negara lain yang menjadi bandingannya hanya 25-60 persen yang masih menaruh asetnya dalam bentuk uang tunai atau deposito,”kata Country Business Manager Global Consumer Group Citibank NA Shariq Mukhtar. ( disarikan dari Kompas , Sabtu 12 Mei 2007 )

Lalu bagaimana dengan kita, apakah kita masih bertahan dengan pola investasi konservatif, apa kelebihan dan kekurangannya jika ada pilihan jenis investasi lain? InvestasiKu akan membantu Anda.

Filed under: Yang Lain , , , , , , , ,

Perubahan Pola Investasi

Perilaku nasabah perbankan Indonesia mulai bergeser dari konservatif menjadi lebih modern. Nasabah yang biasanya menaruh investasi pada deposito atau dalam uang tunai saat ini mulai mendiversifikasikan investasinya pada obligasi dan saham.

Berdasarkan Asia Bankers Research yang baru-baru ini diluncurkan, nasabah Indonesia berperilaku paling konserbatif dibandingkan dengan nasabah di Singapura, Taiwan, Malaysia, Hongkong, dan India.

 ”Sebanyak 80 persen nasabah Indonesia berperilaku konservatif, sedangkan di negara lain yang menjadi bandingannya hanya 25-60 persen yang masih menaruh asetnya dalam bentuk uang tunai atau deposito,”kata Country Business Manager Global Consumer Group Citibank NA Shariq Mukhtar. ( disarikan dari Kompas , Sabtu 12 Mei 2007 )

Lalu bagaimana dengan kita, apakah kita masih bertahan dengan pola investasi konservatif, apa kelebihan dan kekurangannya jika ada pilihan jenis investasi lain? InvestasiKu akan membantu Anda.

Filed under: Yang Lain